
"Mas ini foto siapa? " tanyaku dengan menunjukkan foto wanita lain duduk berdua bersama mas bagas
"inii.. Emm ini foto dewi"
" dewi? Siapa dewi? "
"Emm,, mantan pacar mas"
" kapan putus? "
"Mas putus sebelum berangkat kesini, dewi gak mau mas ajak LDR"
" kenapa masih di simpen fotonya"
" sayang kalau di buang sa"
Sakiit, hatiku sakit Mendengar jawaban itu
Entah kenapa aku merasa sesak mendengarnya, segera ku kembalikan Hp mas bagas
Ku ambil Hp ku dan ku buka faceb**k, tidak ada niat membaca status atau foto-foto yang teman-teman bagikan
Aku hanya melamun tapi jariku terus menscroll Hp di tanganku
Apa dia bilang? Sayang kalau di hapus?
__ADS_1
Sayang di hapus apa mas bagas masih sayang sama mantannya?
Mas bagas bilang pacarnya mutusin mas bagas karena tidak mau LDR apa mungkin mereka putus hanya kemauan mantan pacarnya? Sedangkan mas bagas masih mencintainya?
Pikiranku terus menerka-nerka, ingin rasanya menanyakan itu semua ke mas bagas langsung tapi rasanya lidahku kelu bahkan saat ini aku hanya diam tanpa bisa mengatakan apapun
Mas bagas mengantarku pulang pukul 21.49
Di perjalanan aku hanya diam menahan gejolak emosi di dalam hati dan mas bagas pun hanya diam
Sampai di kost aku langsung masuk ke kamar tanpa mengatakan sepatah kata pun untuk mas bagas, sebenarnya aku tidak terlalu marah bahkan bisa di bilang aku sudah memaafkannya tapi ini lah kesempatan untuk kami bertengkar
***
Langsung ku cek Hp ku dan seketika aku kaget di buatnya, kebanyakan pesan dari mas bagas yang berisi permintaan maaf dan lain-lainnya
" nanti malam keluar sama mas ya? Biar mas jelasin sama sasa, jangan marah lagi ya? "
Itu lah salah satu pesan mas bagas
Aku hanya membalas " IYA" pada pesan tersebut
Segera aku masuk kamar mandi untuk membersihkan diri, setelahnya aku bangunkan aya yang masih tidur dengan lelap
Hari ini aku hanya ingin malas-malasan di kostn dengan berbagai cemilan yang sudah aku siapkan sebelum hari libur
__ADS_1
Aku dan aya hanya menonton TV dengan posisi tiduran
Benar-benar libur yang nikmat
***
Aya sudah bersiap kerja malam, ia berangkat sekitar pukul 19.00
Sedangkan aku pun sudah siap untuk keluar bersama mas bagas
Lima menit kemudian mas bagas datang dan kami pergi menuju soerabi bandung
Namanya soerabi bandung yaa tapi tetap di daerah kuta koq
Aku dan mas bagas memilih duduk di bagian dalam karena jika di luar akan banyak sekali asap rokok sedangkan aku alergi asap
" sa, maafin mas. Mas enggak ada maksud buat nyimpen foto itu, mas lupa enggak hapus aja karena sudah terlalu banyak foto dokumen mas jadi lupa sama foto itu. Sa kamu harus percaya sama mas, mas sayang nya sama kamu sa"
Itu lah kalimat penjelasan yang mas bagas berikan padaku, aku diam mendengarkan dan mencerna setiap kalimat yang mas bagas berikan padaku
Jujur aku tidak begitu percaya, tapi aku tidak mau mas bagas merasa bersalah terus menerus karena mengira aku marah padanya
" iya mas, aku percaya sama kamu. Tapi inget ya, jangan pernah salah gunakan kepercayaan aku" balasku dengan senyum manisku
Jangan Lupa dukungan danblike nya ya
__ADS_1