
Ku sandarkan punggungku pada kursi dan membuang nafas berat, rasanya hari ini benar-benar melelahkan.
Kuseduh kopi dan meminumnya perlahan karna hanya itu yang bisa sedikit menenangkan pikiranku.
"Udah saa, sabar jangan marah-marah
Terus saya jadi takut liatnya" tutur pak dani dengan senyumnya
Akupun hanya membalas dengan senyum yang di paksakan
"saya mau pesen makan nih via g*food kamu mau nitip gak?" tawar pak evan padaku dan lili
"Oh iya boleh pak, bapak pesen di mana? saya mau pesen nasi goreng terus minumnya es jeruk. Tapi maunya mie goreng kali ya apa fuyunghai, tapi lalapan ayam enak kayaknya? " cerocos lili
"Gak jadi pesen dah saya kalau kamu pesennya banyak gitu" cemberut pak evan
"Ya udah mie goreng sama es jeruk aja deh pak, ih bapak gitu aja marah" kesalnya yang dibuat-buat
"Kamu sa? Pesen apa? " kembali pak evan bertanya
"Em enggak deh pak, saya gak makan gak nafsu" bohongku karna uang di kantong sisa 10 ribu, dan gajian masih besok siang.
Pak evan hanya mengangguk
*****
Drrrtt
__ADS_1
Kulirik sekilah notifikasi chat masuk
" lagi dimana? " itulah pertanyaan dari orang di seberang sana yang mengirimiku pesan
"Kerja, kenapa? "
" pulang jam berapa? "
" jam 3 subuh nanti "
" pulangnya sama siapa? "
" sendiri "
Kulirik kembali ceklisnya berubah warna biru yang artinya pesanku sudah di baca namun tidak di balasnya.
Yaaa pak evan memintaku mengurus itu semua.
Pukul 03.15
Itulah yang terpampang di jam digital bandara sebelum kakiku melangkah keluar bandara.
Seperti biasa aku dan karyawan yang lain keluar bandara secara bergerombol tapi saat kakiku melangkah keluar dari pintu bandara sesaat mataku membulat dan dahiku berkerut.
Orang yang kulihat dengan ekspresi wajah yang menunjukkan kebingunganpun menghampiriku dengan masih menggunakan seragam kerja lengkap tapi di tambah jaket diluarnya.
" saa " panggilnya sambil menghampiriku
__ADS_1
"Emm.. Eh.. Iya, koq disini mas? Ada urusan ya? " tanyaku
" enggak sih, aku kesini cuma mau jemput kamu. Kebetulan aku kerja malem juga soalnya "
"Loh saa, kamu sudah punya pacar toh. Koq diem-diem aja, pantesan kamu di tolak za sama sandya " ledek salah satu temenku pada reza
Wajahku seketika bersemu malu, tanpa menjawab pertanyaan - pertanyaan yang di lontarkan teman-teman aku lansung pergi yang di ikuti oleh mas Andre.
Ya orang yang menjemputku adalah mas andre, aku pulang di antar mas andre menggunakan motor tapi sebelumnya kami mampir ke warung bubur ayam karna mas andre memaksa ingin makan dulu dengan alasan belum makan malam.
" kenapa mas jemput aku? " tanyaku memecah keheningan
Mas andre diam menatap wajahku lekat-lekat
" ya enggak kenapa napa, cuma pengen jemput aja. Lagian kasian kamunya pulang sendirian kan "
"Oh kapan kamu liburnya? " tanyanya kembali
"Besok lusa, kenapa? "
" kamu mau gak nemenin aku belanja? Soalnya kebutuhan sehari-hariku di kost sudah habis, kalau belanja sendiri kan gak asik. Berhubung kamu temen perempuanku yang paling deket jadi kita bisa belanja dengan santai, gimana? " pinta mas andre dengan memelas
Aku terus menolak permintaanya tapi mas andre pun terus memaksa
aku merasa tidak enak pada mas andre
Dan...
__ADS_1
Ok lanjut next aja yaaa...