
"Sayang mas mohon, jangan diamkan mas seperti ini apapun yang kamu minta mas akan turuti"
Aku diam sejenak sebelum kembali melanjutkan kalimatku
"Jangan meminjamkan uang padanya, berikan saja... anggap saja uang itu sebagai bantuan untuknya" pintaku pada mas devan
"Apa? " mas devan terlihat kaget dengan permintaanku itu
"Iya mas, bukannya mas bilang Angel butuh uang untuk anaknya? Anggap aja kita sedang bantu anaknya" jelasku dan berlalu meninggalkan mas devan
***
"Maa, maaf kayaknya sudah waktunya Ray minum asi " jelasku pada mama meminta alih Ray yang sedang mama pangku
"Yaah padahal baru sebentar ya kita main ray" ucapnya dengan mengelus pipi Ray
"Maa, dya ke kamar dulu ya" pamitku
"Dya tunggu" mama pun menghampiriku
"Kamu kenapa? "Tanyanya kembali
"Dya gak apa apa ma, dya cuma agak lelah aja" alasanku dengan senyum yang di paksakan
"Dya ke kamar ya ma, mama istirahat juga" pamitku segera meninggalkan mama
Bohong jika aku tidak cemburu mengenai Angel yang menghubungi mas devan, walaupun mas devan hanya berniat untuk membantunya tapi tetap saja cemburu itu ada, khawatir itu ada bagaimana tidak Angel itu sendiri adalah mantan mas devan yang hampir membuat rumah tangga kami hancur.
Dan lagi yang semakin membuatku kecewa adalah sikap mas devan yang tidak jujur sejak awal, harusnya apapun itu mas devan harus bisa jujur kepada istrinya
__ADS_1
Lagi dan lagi air mata yang tak pernah ku harap kan pun meluncur sempurna di pipiku, air mata tanpa isakan, aku percaya dengan mas devan tapi aku tetap takut karena segala kemungkinan bisa terjadi
Ku peluk Ray erat dan ku rebahkan tubuhku dan si kecil di tempat tidur yang luas ini
"Sayaang maafin mama ya"
"..... "
"Semoga keluarga kecil kita selalu bahagia ya sayang" ucapku dengan mengelus pipi tembem si kecil yang tengah asik tertawa melihatku berbicara
"Ma,,, ma,, "
"Sayang? Jagoan mama bicara? Coba ulangi lagi sayang, coba bilang maaa...maaaa"
Pintaku yang sudah duduk di atas tempat tidur
"Maa,,,,, maa"
Pelukku erat pada Ray
***
"Emm,,, udah gelap? Eh ini? "
Tangan? Seketika aku melihat seseorang yang menelukku dari belakang
Mas devan? Ya ampun jam 21.09,aku ketiduran? Oh iya tadi lagi asik main sama Ray terus ketiduran, Ray mana ya?
Aku menggeser tangan mas devan dan berjalan menuju box baby dan benar saja Ray sudah tidur disana begitu aku membalik tubuhku seketika aku terpelonjat melihat mas devan sudah duduk bersilah di atas tempat tidur
__ADS_1
"Sayang koq udah bangun? "
"Aku laper" jawabku singkat
"Ya udah ayo turun mas juga belum makan" tuturnya dengan sudah menuju arah pintu
"Kenapa belum makan? " tanyaku dengan masih berdiri di tempat awal
"Mas nungguin kamu, ayoo"
Aku pun berjalan mengikuti mas devan dan begitu sampai di dapur ternyata asisten rumah tangga belum tidur
"Tuan, nyonya mau makan malam ya? Mari saya siapkan" senyumnya
"Enggak usah mbok, saya aja yang siapkan" pintaku
"Enggak nyonya, ini tugas saya lebih baik nyonya dan tuan duduk saja"
Akupun hanya menurut, mas devan menarik kursi meja makan untukku
"Ini silahkan di nikmati nyonya tuan" dengan menghidangkan makanan
"Mbok istirahat aja, nanti saya yang beresin" perintahku
"Tapi nyonya... "
"Sudah sana istirahat mbok, mbok pasti capek"
"Baik nyonya, mbok permisi"
__ADS_1
Aku dan mas devan makan malam dalam suasan hening