Adakah Sedikit Cinta Untukku

Adakah Sedikit Cinta Untukku
Episode 172


__ADS_3

Aku hanya tertawa mengejek kepada mas devan sedangkan orang yang di ejek malah senyum jahil dan langsung memelukku


"Mama kan punya papa jadi bebas dong" balasnya pada Angelo


"Mama unya ndelo ama tak lay" protesnya


"Ih kata siapa?? Mama itu punya papa, Angelo sama kak Ray cuma pinjam jadi nanti harus balikin mama ke papa" balasnya seperti anak kecil tak mau kalah


"Mama unya ndeloooo,,, mama unya ndeloo" teriaknya dengan menangis membuatku memukul lengan mas devan yang melingkar di perutku


"Kamu itu mas, gak bisa apa gak usah jailin anaknya" omelku


"Ya habisnya Angelonya duluan yang ledekin mas"


"Ya ngalah dong sama anak sendiri"


Setelah itu segera ku beranjak mendekati Angelo yang masih menangis


"Sayang udah jangan nangis, masak anak cowok cengeng? Nanti kalau adel tau gimana? " tanyaku yang membuat Angelo seketika diam


Duh anak ini masih kecil udah bisa suka sukaan gitu ya? Hahaha gemeeesssh


Pikirku


"Maa, kapan ndelo pulang? " tanyanya


"Em kalau Angelo jadi anak pinter, mau makan, minum obat mungkin besok atau lusa Angelo boleh pulang" jelasku

__ADS_1


"Asiiiiiikkk" teriaknya sembari memelukku erat dan tanpa ku sadari Angelo malah meledek papanya di tengah aktifitasnya yang memelukku


***


"Maa cepeeet" teriaknya


"Sabar nak,,, jangan lari gitu" melihat Angelo yang sudah berlari di lorong rumah sakit


"Angelo sini" panggil mas devan yang berjalan menggenggan tanganku


Angelo berhenti dan menghampiri mas devan, mas devan sendiri mengangkat tubuh Angelo untuk di gendongnya


Aku tersenyum melihat interaksi anak dan bapak yang begitu lucu menurutku


"Angelo kenapa buru buru nak? " tanyaku pada Angelo yang masih di gendong mas devan


"Kangen lumah" jawabnya singkat


Sesampainya di rumah kami di sambut oleh mama dan Ray yang sudah berdiri di depan pintu rumah


Mama langsung menggendong dan mencium Angelo sedangkan aku langsung menghampiri Ray yang sepertinya sedang ngambek


"Sayang sini" panggilku pada Ray yang duduk di sebelah mama dan Ray pun berjalan menghampiri


"Ray sehat kan? " tanyaku karena selama di rumah sakit biasanya aku hanya menelfon atau video call dengan Ray


Mas Devan melarang Ray ke rumah sakit karena memang tidak baik untuk anak kecil

__ADS_1


Ray hanya mengangguk menjawab pertanyaanku


Ray kenapa ya?


Pikirku


"Ray, ikut mama sebentar ya" pintaku


Aku berjalan mendahului dan Ray hanya mengikutiku dari belakang, aku masuk ke kamar Ray dan duduk di atas tempat tidurnya yang empuk


"Sini duduk sama mama" tepukku di kasur sebelahku duduk


"Naak, kamu kenapa sayang? " tanyaku sangat lembut namun Ray hanya diam


"Sayang, kenapa diam? " tanyaku kembali dan ray masih tetap diam


"Mama ada salah ya? Maaf ya" ucapku sedih


"Mama enggak salah, tapi.. " ucapnya menggantung


"Tapi kenapa sayang? " usapku lembut di lengannya


"Ray,, Ray kangen mama" ucapnya sedikit berbisik namun masih bisa ku dengar


Segera ku peluk tubuh Ray dengan erat, Ray pun membalas pelukan tersebut


"Mama juga kangen banget sama Ray,, bangeeet malah" jelasku dan melepas pelukan tersebut

__ADS_1


"Ray, dengerin mama... Mama dan papa sayang banget sama Ray begitu juga sama adek Angelo, kami sangat sayang sama kalian, Ray harus tau itu"


"Iya ma" ucapnya seraya kembali memelukku erat


__ADS_2