Adakah Sedikit Cinta Untukku

Adakah Sedikit Cinta Untukku
Episode 66


__ADS_3

Aku dan kak danisha kembali saat sore, ku lihat mobil mas devan tidak ada yang artinya mas devan belum pulang kerja tapi ini mobil siapa?


"Dya gimana bagus enggak mobil ini? "


" bagus kak, tapi ini mobil siapa? "


" ini mobil kamu, tadi kakak beli pakek kartu kredit devan"


" apaaa??? " mas devan bisa marah kalau tau


" udah-udah besok kakak ajarin kamu nyetir ya, sekarang kakak pulang dulu. Byeeee"


Kak danisha pergi begitu saja sedangkan aku memikirkan cara harus gimana menjelaskan kepada mas devan


Setelah membersihkan diri aku bergegas menyiapkan makan malam mas devan yang sebentar lagi datang


Tak butuh waktu lama mas devan sudah pulang, aku berlari untuk menyambutnya


Begitu ku buka pintu mas devan sudah berdiri disana


Mas devan melihatku dari ujung kaki hingga kepala, aku merasa benar-benar risih di buatnya


Apa ada yang salah? Apa aku jelek?


Itulah yang terus menerus aku pertanyakan


***

__ADS_1


Aku bersiap untuk tidur tapi ku dengar seseorang mengetuk pintu kamarku


Tanpa berpikir panjang langsung ku buka pintu itu


Mas devan yang sudah berdiri di depan pintu langsung masuk begitu saja dengan menarik lenganku, ku lihat mas devan mengunci pintu kamar sebelum kembali menarikku masuk


" hebat ya kamu, dulu kamu ngeracunin mama ku sekarang kamu juga udah berhasil ngeracunin kak danisha supaya berpihak sama kamu"


"Maksud mas apa? "


"Kamu ajak kak danisha belanja dan kamu beli mobil itu, kamu belanja apa membeli sebuah toko? Kamu tauuu hari ini kamu menghabiskan uangku hampir 2 miliyar"


Bentak mas devan padaku, aku kaget di buatnya mana mungkin aku belanja sampai se fantastis itu tapi tadi memang kak danisha mengambil semua barang-barang branded


Aku masih mematung di tempat, se akan tidak percaya dengan semua ini


Aku seketika membeku aku ketakutan dengan yang pernah mas devan lakukan padaku


Aku berusaha kabur tapi mas devan sudah memelukku dengan erat


Lagi-lagi mas devan menciumku dengan paksa dan kasar tapi ciuman itu berubah menjadi lembut


Mas devan pun melakukannya tapi berbeda dengan yang pertama, kali ini mas devan melakukannya dengan lembut


Mas devan melakukannya berkali-kali hingga membuatku sangat lelah tapi di saat-saat terakhir aku mendengar mas devan memanggil nama seseorang yang tak ingin aku dengar


Angeell,, kamu nikmat angel, aku mencintaimu, selaluu, aku rindu kamu

__ADS_1


Bisiknya di telingaku


Entah mas devan sedang mengigau atau apa yang jelas kalimat yang dia ucapkan membuatku sangat sakit


Apa selama kami melakukannya dia membayangkan aku adalah Angel?


Mas devan sudah terlelap di sampingku dan aku hanya mampu menangis, kalimat itu terus terngiang di telingaku


Sampai kapan kamu akan menyakitiku seperti ini mas? Kapan kamu akan menerimaku sebagai istrimu?


Ku ucapkan kalimat itu dengan isak tangis


Tangaku mengelus pipi mas devan dan mataku terus mengabsen setiap inci wajahnya


Aku pun tertidur karena terlalu lelah menangis


***


Aku terbangun jam 9 pagi, tubuhku rasanya remuk semua


Hari ini aku tidak berniat melakukan apapun


Segera ku bangun dan masuk ke kamar mandi untuk bersihkan tubuhku


" biik, tolong antarkan cemilan dan kopi ke rooftop ya"


Aku berlalu meninggalkan bik inah begitu saja di belakang

__ADS_1


Aah rasanya tinggi sekali tangga ini, pinggangku makin sakit harus naik kesini


__ADS_2