
Aku dan kak danisha kembali saat sore, ku lihat mobil mas devan tidak ada yang artinya mas devan belum pulang kerja tapi ini mobil siapa?
"Dya gimana bagus enggak mobil ini? "
" bagus kak, tapi ini mobil siapa? "
" ini mobil kamu, tadi kakak beli pakek kartu kredit devan"
" apaaa??? " mas devan bisa marah kalau tau
" udah-udah besok kakak ajarin kamu nyetir ya, sekarang kakak pulang dulu. Byeeee"
Kak danisha pergi begitu saja sedangkan aku memikirkan cara harus gimana menjelaskan kepada mas devan
Setelah membersihkan diri aku bergegas menyiapkan makan malam mas devan yang sebentar lagi datang
Tak butuh waktu lama mas devan sudah pulang, aku berlari untuk menyambutnya
Begitu ku buka pintu mas devan sudah berdiri disana
Mas devan melihatku dari ujung kaki hingga kepala, aku merasa benar-benar risih di buatnya
Apa ada yang salah? Apa aku jelek?
Itulah yang terus menerus aku pertanyakan
***
__ADS_1
Aku bersiap untuk tidur tapi ku dengar seseorang mengetuk pintu kamarku
Tanpa berpikir panjang langsung ku buka pintu itu
Mas devan yang sudah berdiri di depan pintu langsung masuk begitu saja dengan menarik lenganku, ku lihat mas devan mengunci pintu kamar sebelum kembali menarikku masuk
" hebat ya kamu, dulu kamu ngeracunin mama ku sekarang kamu juga udah berhasil ngeracunin kak danisha supaya berpihak sama kamu"
"Maksud mas apa? "
"Kamu ajak kak danisha belanja dan kamu beli mobil itu, kamu belanja apa membeli sebuah toko? Kamu tauuu hari ini kamu menghabiskan uangku hampir 2 miliyar"
Bentak mas devan padaku, aku kaget di buatnya mana mungkin aku belanja sampai se fantastis itu tapi tadi memang kak danisha mengambil semua barang-barang branded
Aku masih mematung di tempat, se akan tidak percaya dengan semua ini
Aku seketika membeku aku ketakutan dengan yang pernah mas devan lakukan padaku
Aku berusaha kabur tapi mas devan sudah memelukku dengan erat
Lagi-lagi mas devan menciumku dengan paksa dan kasar tapi ciuman itu berubah menjadi lembut
Mas devan pun melakukannya tapi berbeda dengan yang pertama, kali ini mas devan melakukannya dengan lembut
Mas devan melakukannya berkali-kali hingga membuatku sangat lelah tapi di saat-saat terakhir aku mendengar mas devan memanggil nama seseorang yang tak ingin aku dengar
Angeell,, kamu nikmat angel, aku mencintaimu, selaluu, aku rindu kamu
__ADS_1
Bisiknya di telingaku
Entah mas devan sedang mengigau atau apa yang jelas kalimat yang dia ucapkan membuatku sangat sakit
Apa selama kami melakukannya dia membayangkan aku adalah Angel?
Mas devan sudah terlelap di sampingku dan aku hanya mampu menangis, kalimat itu terus terngiang di telingaku
Sampai kapan kamu akan menyakitiku seperti ini mas? Kapan kamu akan menerimaku sebagai istrimu?
Ku ucapkan kalimat itu dengan isak tangis
Tangaku mengelus pipi mas devan dan mataku terus mengabsen setiap inci wajahnya
Aku pun tertidur karena terlalu lelah menangis
***
Aku terbangun jam 9 pagi, tubuhku rasanya remuk semua
Hari ini aku tidak berniat melakukan apapun
Segera ku bangun dan masuk ke kamar mandi untuk bersihkan tubuhku
" biik, tolong antarkan cemilan dan kopi ke rooftop ya"
Aku berlalu meninggalkan bik inah begitu saja di belakang
__ADS_1
Aah rasanya tinggi sekali tangga ini, pinggangku makin sakit harus naik kesini