
Belum sempat aku membuka pintu kostku, sindiran mulai terdengar di telingaku
"Aku pikir anak alim, eeeh ternyata gak sama kek mukanya. Muka polos gitu tapi pulang malam di antar cowok lagi"
"Iya yah, tak pikir beneran polos"
"Mungkin dia ada perlu kali, kalian gak usah lah gitu. Kamu mel satu kost sama pacarmu juga dia gak komen gak usah urus urusan orang lain"
" halaaah, aku ngaku emang aku orang nya agak nakal. Tapi mending keliatan nakal kalo emang nakal, bukan keliatan polos tapi nakal"
Itulah sayup-sayup bisikan yang ku dengar dari segerombolan tetangga yang duduk di depan kamar kost di sebelah kamarku , tapi aku tak meresponnya dan langsung masuk ke dalam kamar kost.
***
Hari pertama kerja setelah libur, komputer di ruanganku rusak. Karena tidak ada komputer yang menganggur di ruangan akhirnya aku menggunakan komputer pojok yang tidak di gunakan yang terdapat di meja checkin counter dan tidak lupa aku memasang papan bertuliskan CLOSE di depan mejaku agar tidak ada penumpang yang antri untuk checkin di depan mejaku.
Sudah empat jam lebih aku berkutat di depan komputer aku memijit pangkal hidungku dan melepas kacamataku menyandarkan punggungku pada kursi.
KOPI itulah yang terlintas di benakku, saat merasa stress atau terlalu lelah biasanya aku meminum kopi tapi karna saat ini posisiku bukan berada di dalam ruangan membuatku sedikit bingung karena tidak mungkin aku meninggalkan meja ini terlalu lama hanya untuk membuat kopi.
Jam digital menunjukkan pukul 11.21 pantas saja perutku mulai bernyanyi, aku berencana untuk pergi ke ruangan pukul 12.00 nanti karena komputer disana sudah berfungsi kembali sekalian untuk makan siang, ku ambil hp untuk mengirim pesan kepada anak checkin yang sedang istirahat di kantin untuk minta tolong belikan makan siang tapi tiba-tiba kulihat sebuah tangan menyodorkan sebuah kotak nasi dan kopi starb*ck kulirik sedikit dan....
" tadi aku lagi lewat, liat kamu kerja gak ada minum atau makan. Istirahat dulu sana, nanti sakit" dengan senyum manisnya
"Koq mas ada disini? "
__ADS_1
"Iya, tadi aku beli tiket. Besok ada tugas dinas ke yogyakarta "
"Oh ya? Jam berapa? "
Kemudian dia menyerahkan sebuah tiket, ku lihat dia menaiki pesawat tempatku bekerja.
" mau aku block seat sekalian? " tawarku
" owh bisa ya? Ya udah deh boleh " senyum mas andre padaku
Ya dia adalah mas andre, setelah selesai block seat aku menyerahkan kembali tiket pesawatnya.
" kursinya di 2A, besok lapor lagi buat minta print "
"Hmm iya, kenapa? "
" besok aku berangkat di jam kamu pulang kerja, temenin aku di gate ya? "
"...... "
"Please mau yaaa, ku takut bosen sendirian" mohonnya lagi padaku
***
Kriingg kriing
__ADS_1
" ya halo"
"Kamu dimana? "
" Masih di ruangan mas, kenapa? "
"..... "
"Ok"
Apa sih mas andre ini,,, aneh
Pikirku sendiri, namun tiba-tiba
"Mbak sandya, ada yang nyari di luar " ucap salah seorang staff checkin yang mau absen di ruangan
" siapa? "
" enggak tau mbak, tapi pakek baju bea cukai gitu " jelasnya lagi
" widiiiiihhhh,,, siapa itu saa, orang yang jemput kamu waktu itu ya sa? Dia kerja di bea cukai? Pinter juga kamu milihnya sa " ucap pak evan dari meja kerjanya
Seketika ruangan menjadi gaduh gara-gara mendengar tuturan pak evan, aku langsung mengambil totebag dan langsung keluar menemui mas andre dengan wajah yang sudah bersemu malu.
Lanjut next episode ya
__ADS_1