Adakah Sedikit Cinta Untukku

Adakah Sedikit Cinta Untukku
Episode 104


__ADS_3

"Sayang, hari minggu ini kita ke bali ya nengokin mama aku udah ambil cuti"


"Hm ok, mas cuti berapa hari? "


"Seminggu, apa kurang sayang? " tanya mas devan padaku


"Enggak sih tapi aku pengen pulang kampung mau ketemu nenek sama adik mas" tuturku dengan menyenderkan kepala di bahu mas devan


"Gimana kalau kita suruh orang jemput nenek sama adek terus kita ketemu di bali? " saran mas devan padaku dan mataku langsung berbinar mendengarnya


"Aku telfon adek dulu ya mas"


Mas devan hanya mengangguk, belum sempat aku menelfon adik di kampung tiba-tiba Hp ku sudah berdering


"Wah kebetulan sekali mas, adik nelfon nih.. Iya halo dek"


"Kak nenek meninggal"


Kaget, seolah kalimat itu seperti sebuah pukulan yang langsung tepat sasaran dan membuatku tidak percaya


"Apa dek? Kamu ngomong apa? "


"Nenek meninggal kak" tangis adikku yang terdengar jelas di telingaku

__ADS_1


Seketika Hp ku terjatuh begitupun dengan air mataku, jatuh tanpa permisi yang membuat mas devan langsung shock dibuatnya


Mas devan terus memanggil namaku dan bertanya tapi seperti aku tidak mendengar apapun disekitarku


Mas devan langsung mengambil Hpku yang jatuh dan berbicara dengan adikku di telefon dan beberapa detik kemudian mas devan memelukku erat entah sudah pergi kemana Ray yang tadi di pangkunya


"Sabar sayang,, sabar,, kita langsung pulang ke kampung ya? "


***


Aku tidak sempat mengikuti acara pemakaman nenek, sesampainya di kampung halaman aku dan mas devan mengurus keperluan adikku untuk kuliah karena nenek sudah meninggal aku berencana menguliahkan adikku di jakarta namun adikku memilih untuk kuliah di malang sekalian mondok disana


"Dek, kamu bener gak mau ikut kakak aja ke jakarta? " tanyaku setelah sampai di malang


"Hmm ya udah kalau ada apa-apa kamu hubungi kakak ya"


"Iya kak, ya udah aku masuk ya,, keponakan tante jangan nakal ya, assalamualikum kak" pamitnya padaku


"Waalaikumsalam"


Hari ini aku mengantar adikku ke pondok pesantren setelah mengurus surat pindahnya dari tempat kuliah awal sedangkan mas devan sudah kembali dua hari yang lalu karena ada kerjaan mendadak meninggalkan aku, Ray dan pngasuhnya


Pulang mengantar adikku kami langsung menuju bandara juanda untuk segera kembali ke jakarta

__ADS_1


***


"Sayang koq kamu bawa koper dua? " tanya mas devan padaku


"Yang hitam bajuku mas, yang silver semua perlengkapan Ray" jelasku


"Banyak banget barang anak papa ini" ucapnya dengan masih main bersama Ray di atas tempat tidur


"Sayang kenapa gak suruh bi inah aja yang packing barang, kamu entar capek"


"Gak apa mas, aku gak percaya kalau suruh orang lain packing takut ada yang gak srek ke hati aja"


"Uuh istri mas ini emang best deh" pujinya dengan mencium bibirku sekilas yang membuat Ray langsung menangis


Yaa entah mengapa akhir akhir ini Ray pasti nangis jika melihat mas devan mencium atau memelukku atau hanya sekedar menggengam tanganku


memang like father like son, sama sama cemburuan


"Mas cepetan tidur sama Ray, jangan main terus besok bisa bisa telat" marahku


"Sayang tuh liat mama kamu, udah mulai marah dia. Ayo cepat kita tidur sebelum mama kamu keluar taring" ejeknya dengan menidurkan Ray di atas ranjang


Dasar mas devan

__ADS_1


__ADS_2