
Sudah hampir sebulan lebih pak bagas yang masih berusaha mendekatiku dan jujur sebenarnya aku sudah sedikit luluh padanya.
Sikap nya yang lembut, berwibawa, tutur kata yang halus, perhatian dan masih banyak lagi membuatku merasa seperti orang yang paling berharga di matanya.
Karena masih bingung dengan perasaanku pada pak bagas ku putuskan untuk bertemu kak refan untuk sekedar meminta pendapat.
" sa, nanti kakak jemput sekitar jam 3 sore ya"
Isi pesan kak refan yang baru aku baca, ya tadi malam kami janjian buat keluar bareng sekalian curhat mengenai pak bagas dan kak refan setuju.
***
Kami memilih ke macdonal pantai kuta karena ingin suasana yang begitu santai
" jadi gimana sa tentang laki-laki itu? " tanya kak refan padaku
"Hmm gimana ya kak? "
sejenak untuk berpikir harus memulai dari mana, kemudia ku ceritakan semuanya tanpa terlewat sedikitpun
" hm kalau di perhatikan dari cerita kamu sih sepertinya dia emang beneran suka sama kamu sa, tapi perasaan kamu sendiri gimana? "
__ADS_1
" kayaknya aku udah mulai sedikit suka deh kak" dengan menopang dagu menggunakan tangan kanan dan melihat jalanan yang penuh dengan kendaraan
" terus sekarang kamu maunya gimana? " tanya kak refan kembali
Ku tatap lekat mata nya seperti sedang menanyakan pendapat kak refan padaku
" gimana kalau ku tunggu beberapa minggu lagi kak? Untuk meyakinkan perasaanku"
Usulku pada kak refan dan otomatis mendapat anggukan kepala darinya.
kami menghabiskan waktu dengan bercerita tentang pacar kak refan yang bisa di bilang membuat kak refan sakit kepala oleh sifatnya.
Ya kak refan jadian dengan mbak nadia, setelah pulang jalan-jalan waktu itu aku sudah mengatakan pada kak refan kalau mbak nadia sepertinya tidak akan cocok dengan kak refan karena di lihat dari gelagat saat bersama kami menunjukkan bahwa mbak nadia orang yang manja, matre, dan bahkan boros dalam belanja.
Karena di rasa waktu sudah semakin sore akhirnya kami memutuskan untuk pulang, baru aku memutar tubuhku mataku bersitatap dengan seseorang yang entah kenapa membuatku ingin marah
Mata kami saling bertatapan satu sama lain, tubuhku sedikit menegang jantungku berdetak tak karuan di buatnya.
Menyadari hal itu kak refan memegang pundakku dan itu membuatku sadar dari keterkejutanku.
" kenapa? " tanya kak refan khawatir
__ADS_1
" enggak apa kak, ayo" ajakku yang ingin segera meninggalkan tempat ini
Baru ingin melangkah pergi suara itu kembali menghentikan gerakan tubuhku seketika.
Suara yang sudah sangat lama aku cari tapi entah ia sembunyi dimana
" saa, bisa kita bicara? " tanya orang itu yang sudah berdiri di sampingku
Aku menoles sedikit untuk melihatnya dan kembali ku putar kepalaku untuk melihat kak refan seperti meminta pendapat
Kak refan hanya memgangguk menanggapiku
aku hanya mengangguk dan ku tarik lengan kak refan pertanda aku ingin kak refan ikut dengan kami
Kami duduk di meja pojok belakang
Disana ada aku, kak refan, dan laki-laki ini yang sedari tadi hanya menatapku dengan diam
5 menit berlalu begitu saja tanpa ada yang berniat memulai percakapan ini hingga...
" sa, aku mau minta maaf,,, aku,, aku
__ADS_1
Ok tunggu next aja ya readers
Jangan Lupa like nya