
Jangan lupa tinggalkan like yaaa
Makasih
"Kapan sadar? " tanyaku kaku
Melihat mas devan yang hanya diam menggeng tanganku akhirnya mama yang mulai angkat bicara
"Tadi subuh mama di telefon rio sayang, rio bilang devan marah marah begitu bangun"
Aku hanya mengernyitkan alisku mendengar penuturan mama dan menatap mas devan yang masih setia menatapku lekat tanpa berniat melepas genggaman tangannya
Mas devan menuntunku untuk duduk di tempat tidurnya dan masih dengan genggaman tangan yang kuat
"Iyaa, dia itu marah karena pas sadar kamu gak ada disini, makanya rio nelfon mama karena kasian kalau harus hubungin kamu yang lagi istirahat"
Aku hanya mengangguk mendengar penjelasan mama
"Sa, kamu udah makan? Mau buah? Mau aku kupasin? Apa kamu capek? Mau tidur sebelahku? " serentetan pertanyaan mas devan yang di lontarkan untukku
"Van, yang sakit itu kamu bukan istri kamu" jawab mama yang kesal mendengar pertanyaan yang begitu banyak
"Sa, kamu pulang aja istirahat di rumah gak baik kamu lama lama di rumah sakit, disini bau obat kasian anak kita"
Perintahnya kembali padaku
"Eh kamu nyuekin mama? " kesal mama karena mas devan hanya menatapku dan seperti tidak mengubris keberadaan mama
__ADS_1
"Atau aku pulang sekarang aja dari rumah sakit biar kamu enggak bolak balik sini ya"
Seketika mama memukul kepala mas devan karena terus menerus mengabaikan keberadaan mama dan hanya menatapku dengan sejuta pertanyaan
Untung saja kepala mas devan gak luka parah, mungkin sekarang luka parah karena dipukul mama hahaha
"Mama apaan sih, devan sakit koq di pukul" ringisnya memegang kepala yang tadi mama pukul
"Bener bener anak yang menyebalkan" sungut mama kembali
Aku hanya tersenyum melihat kelakuan mama dan mas devan yang sedikit seperti anak kecil
"Dya, mama pulang dulu ya atau kamu ikut mama pulang aja, biarin ini anak satu disini sendirian"
"Em.. Dya disini aja ma, nanti dya baliknya sore aja biar gantian yang jaga" ucapku lembut
Mama hanya mengangguk dan berlalu pergi meninggalkan kami berdua di ruang inap yang sangat besar ini
Aku tersenyum, tertawa melihat tingkah lucu personil EXO tersebut dan mengabaikan mas devan yang tidak berhenti menatapku sedari tadi
*Aaah baekhyuuuunnnnn kamu lucu banget siiiihhhh,,, gemesh
Ih D. O maaaah, suaranya ituuuuuu
Pengen deh di nyanyiiin lagu sama D. O
Kai kebiasaan deh bajunya kurang bahan gitu, kalau masuk angin gimana coba?
__ADS_1
Aw chanyeoul jangan senyum gituuuu
Kai, kai, kaiiii jangan senyuuum
Bandel banget siih*
Racau ku sendiri yang terlihat sangat heboooh, bahkan di ruangan yang luas ini hanya ada suara teriakan ku sendiri
Tanpa sadar mataku bersitatap dengan mas devan yang juga melihatku
"Apaaa? "
"Eh,, e enggak"
"Terus kenapa ngeliatnya gitu? " tanyaku balik
"Enggak koq, aku cuma penasaran seganteng apa laki laki yang kamu liatin itu"
"Ganteng banget laaah" ucapku sekenanya tanpa mengalihkan pandangan mataku dari ponsel
"Sa"
"Hmm"
"Sa" panggilnya lagi
"Kenapa?" Tanyaku lagi dengan menolehkan kepala
__ADS_1
Yang membuatku kaget mas devan sudah berdiri turun dari tempat tidur dengan memegang infus
"Eeh stoooppp" teriakku seketika yang membuat mas devan pun mematung