
Aku kaget begitu masuk ke dalam kamarku
Ruangan ini bagitu bagus dan terlihat sangat mewah
Ku buka lemari dan benar saja pakaianku sudah tergantung dan tersusun rapi
Aku memutuskan untuk mandi, berendam air hangat sepertinya akan terasa lebih segar sekalian keramas karena aku sudah merasa gerah seharian
Sekitar 30 menit aku di dalam kamar mandi dan jam dinding di kamar mandi menunjukkan pukul 01.01 merasa sudah cukup aku lilitkan handuk di dadaku
ku buka pintu kamar mandi dan segera menuju lemari tanpa aku sadari ada seseorang yang sedang duduk dan memperhatikanku
"Ngpain kamu pilih-pilih baju? "
Suara berat itu mengagetkanku dan sontak aku mencari arah suara tersebut
Aaaaaaaaaaaaaa
Namun mulutku langsung di tutup dengan tanganya
"Apa sih kamu teriak-teriak segala" marahnya padaku dengan tangan masih menutup mulutku
Segera ku tepis tangan mas devan dari mulutku
" mas ngapain disini? " ucapku dengan melotot
__ADS_1
"Ini rumahku, aku bebas mau kemana saja"
Aku hanya diam dengan terus memegang handukku kuat-kuat
" dan lagi aku kesini mau minta hak ku" seringainya padaku
" tapi kan mas tidak mencintaiku? " ucapku gemetar ketakutan
" aku memang tidak mencintaimu, tapi melakukannya bukannya hanya pakai nafsu? Dan lagi bukankah ini yang kamu mau? " dengan mencengkram lenganku kuat
" aaa sakit mas, lepas. Aku enggak ngerti maksud kamu, lepas mas"
"Haah enggak ngerti? Kamu sengaja kan pulang ke rumah mama dan mengadu ke mama kalau aku belum nidurin kamu kemaren malem?"
" enggak mas, aku enggak ngadu apa-apa"
"Pembohong, perempuan jal**g kayak kamu ini sengaja kan pengen tidur sama aku terus kamu berharap punya anak dan mengambil semua harta ku? "
" enggak usah bohong kamu, asal kamu tau obat yang di suntikkan oleh dokter tadi adalah obat kontrasepsi"
Aku terbelalak tak percaya dengan apa yang di ucapkan mas devan padaku
Kenapa mas devan menyutikkan obat itu apa dia berniat..
Belum selesai aku berpikir mas devan sudah menciumku dengan paksa dan kasar aku terus meronta tapi kalah dengan tenaga mas devan hingga ia mendorongku ke tengah-tengah tempat tidur
Malam yang panas pun terjadi.....
__ADS_1
***
Aku terbangun karena alarm Hp ku berbunyi yang menandakan subuh telah tiba, aku kaget begitu mendapati mas devan terlelap di sebelahku dengan tanpa sehelai benangpun
Ku coba bangun tapi badanku terasa sakit semua terutama di bagian *** yang terasa nyeri
Ku paksakan bangun perlahan dan ku raih handuk di lantai dengan susah payah
Setelahnya aku masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri
Marah, kecewa, itu yang aku rasakan
sikap mas devan semalam benar-benar membuatku kecewa dia memperlakukan aku seperti perempuan m****n
Jika mas devan meminta secara baik-baik mungkin aku tidak akan semarah ini, melakukannya adalah tugasku sebagai istri tapi tidak dengan cara seperti ini
Kembali ku menangis begitu mengingat setiap kata yang mas devan ucapkan sebelum menj***h tubuhku
Hanya seorang j***g
Sayang kalau tidak aku gunakan barang yang sudah di beli mama untukku
Yang cuma mau morotin harta keluargaku
Kamu tidak pantas mengandung apa lagi melahirkan anakku, hanya Angel yang pantas*
Kalimat-kalimat itu selalu terngiang ngiang di telingaku seolah seperti sebuah kaset yang terus di putar
__ADS_1
Sakiiitttt
Hatiku sakiiiiit sekali