Adakah Sedikit Cinta Untukku

Adakah Sedikit Cinta Untukku
Episode 158


__ADS_3

Hari ini aku sedang duduk santai di halaman belakang di temani kicauan burung peliharaan mas devan sambil menikmati penampilan group favorit siapa lagi kalau bukan EXO


"Maa" panggilnya padaku yang membuatku langsung menoleh ke arah suara


"Iya sayang, sudah pulang? "


"Iya ma" jawabnya dan langsung menyalami tanganku


"Mama ngapain? " liriknya pada laptopku


"Biasa"


"Huuuhhh nonton itu terus, suka banget sih mama" cemberutnya padaku


"Loh kenapa emang sayang? Mereka jelek? " tanyaku


"Enggak"


"Suara mereka yang jelek? " tanyaku lagi


"Enggak juga"


"Lah terus kenapa? " tanyaku bingung


"Ya habisnya mama kalau nonton itu sampek teriak teriak gak jelas" jawabnya dengan memajukan bibirnya


"Eh sayang, menurut kamu yang ganteng yang mana? " tanyaku sembari menyodorkan foto berisi nama nama member exo


"Suho" jawabnya


"Yang bagus suaranya? " tanyaku antusias


"Baekhyun"


"Yang sexy? " tanyaku menjebak


"Kai"


"Kamu lebih suka siapa? "

__ADS_1


"Chanyeoul"


"Kenapa? " penasaranku


"Karena pinter dan multitalend"


"Hahahahahahahahaha" tawaku menggelegar se isi rumah padahal saat ini aku sedang di halaman belakang


"Kenapa mama ketawa? " tanyanya bingung


"Kamu gak suka tapi sampek hafal siapa yang bagus dan lain lain,, kamu kepoin ya? " sindirku


"Gimana gak hafal, tiap hari mama nonton itu terus" ucapnya cuek


"Hahaha iya iya deh,,,, aduuhh" keluhku memegang perut


"Mama kenapa? "


"Sayang perut mama sakit" aduku dengan memegang perutku


"Sebentar ma ray panggil bantuan" ucapnya dan berlalu pergi


***


"Nyonya selamat bayinya laki-laki" ucap seorang suster padaku sedangkan aku hanya tersenyum dan menangis haru karena masih mengatur nafas


"Biar di bersihkan dulu ya bayinya" jelasnya


"Terimakasih" ucapku lemah


Setelah selesai di bersihkan aku di pindah ke ruangan biasa


terlihat mas devan menerobos memasuki ruangan dengan tergesa gesa


"Maaf,, sayang,,,, haah tadi macet" jelasnya terpotong potong karena ngos ngosan habis lari bahkan keringatnya pun bercucuran membasahi wajahnya, mas devan telat karena tiba tiba ia harus ke luar kota


Joko menelfon mas devan begitu aku di bawa ke rumah sakit, sekitar 10 jam mas devan sampai di rumah sakit


"Mas tenang dulu, atur nafas dulu" pintaku dan mas devan pun menuruti

__ADS_1


Setelah di rasa agak tenang mas devan kembali melanjutkan ucapannya


"Kamu gak apa apa kan? Mau makan sesuatu? pusing? Mual? Atau apa? " tanyanya yang membuatku tertawa mendengar pertanyaan mas devan


"Aku gak apa apa mas" jelasku dengan senyuman


"Anak kita? " tanyanya dengan mengedarkan penglihatannya ke seluruh penjuru ruangnya


Tok tok tok


"Permisi saya mengantar bayi " ucap seorang suster mendorong keranjang bayi mendekat ke arahku


"Ini silahkan bayinya pak" ucap suster sembari menyerahkan bayi tersebut pada mas devan


Ku lihat mata mas devan berbinar menatap wajah bayi mungil itu


"Mas,,, maass" panggilku karena mas devan seperti melamun


"Eh iya? Kenapa sayang? "


"Di adzani dulu"


"Oh iya, maaf maaf"


Setelah mas devan selesai mengadzhani bayi mungil tersebut, mas devan segera memberikannya padaku untuk di beri asi


"Mas" panggilku pada mas devan yang tak henti hentinya menatap bayi kecil yang sedang asik minum asi


"Ya? " jawabnya tanpa mengalihkan pandangan


"Wajahnya mirip Ray ya? "


"Hm iya ya,, mirip Ray" setujunya


"Mas,, mas kasih nama siapa jagoan kita satu ini? "


"Hmmm siapa ya? " dengan masih memikirkan nama yang cocok


"Gimana kalau.....

__ADS_1


__ADS_2