
Semenjak kejadian mbak maya yang datang ke rumah dan marah marah, aku sudah tidak pernah melihat kak Refan lagi tapi waktu itu mas devan pernah mengatakan kalau kak Refan sempat datang menemui mas Devan di kantornya untuk meminta maaf
"Bi Angelo mana? " tanyaku karena tiba tiba rumah menjadi sepi
Perasaan tadi anak itu main disini, koq sekarang gak ada ya?
Pikirku
" tuan muda tadi ke kamarnya nyonya" jelas salah satu ART yang sempat melihat Angelo
"Ya udah makasih bi" ucapku yang langsung berdiri berjalan ke arah kamar angelo
Tok tok tok
"Sayang mama masuk yaa" teriakku dari luar kamar Angelo namun tidak ada jawaban
Segera ku buka pintu kamar itu karena Angelo tidak menjawab, setelah pintu kamar terbuka ku lihat gundukan di atas tempat tidur yang di tutupi oleh selimut
"Sayang koq sudah tidur, ini kan masih pagi" ucapku melihat jam yang masih jam sembilan namun lagi lagi Angelo tak menjawab
"Sayang" panggilku dan menarik selimut yang Angelo gunakan
"Sayang kamu kenapa? " tanyaku panik melihat Angelo yang menggigil
__ADS_1
"Dingin maa" jawabnya lemah
Ku arahkan punggung tanganku menyentuh kening dan leher Angelo panas
Kenapa tiba tiba gini?
Tunggu, badan Angelo kenapa tiba tiba bentol bentol gini?
Aku langsung menggendong tubuh Angelo bersama dengan selimut yang ia gunakan, berlari keluar menuruni tangga
"Siapkan mobiil" teriakku pada pengawal yang kebetulan sedang melintas di bawah tangga
Pengawal tersebut berlari keluar memerintah supir untuk menyiapkan mobil begitu juga dengan beberapa pengawal yang bersiap untuk ikut denganku
"Cepat ke rumah sakit" pintaku
"Maa gatel, ndelo dingin" ucapnya lemah
"Iya sayang, sabar yaa sebentar lagi kita sampai" ucapku mencoba menenangkan Angelo
Ku peluk erat tubuhnya yang meringkuk kedinginan di pangkuanku, ku lihat wajahnya yang pucat dan air mata ini se akan keluar sendirinya melihat Angelo seperti ini
Sesampainya di rumah sakit aku berlari secepat mungkin, perawat mengarahkan agar Angelo di bawa ke UGD
__ADS_1
Dokter memeriksa tubuh Angelo dengan teliti, panas tubuhnya mencapai 38.9 yang membuatku sangat khawatir, aku menemani Angelo karena tangan Angelo menggenggam jariku kuat seakan tidak mau di tinggal
Karena Angelo yang masih kecil sehingga dokter mengijinkanku untuk menemaninya di periksa
"Kami akan melakukan tes darah dulu nyonya" ucap salah satu suster yang hanya ku angguki
Angelo menangis saat benda tajam itu menembus kulitnya dan menyedot sedikit darah untuk di lakukan tes lab
"Sayaang cup cup ada mama disini" ucapku lembut
"Kita tinggal tunggu hasilnya nyonya" ucap dokter tersebut
"Nyonya, kamar tuan muda sudah saya urus" ucap joko yang tiba tiba muncul entah dari mana
"Mari saya antar ke kamarnya" ucap beberapa suster yang sudah siap memindahkan Angelo
***
Setelah mengetahui hasil pemeriksaan dari dokter Angelo di berikan beberapa suntikan dan infus, Angelo harus di rawat dua hari di rumah sakit
"Sayaang" panggil mas devan yang membuatku kaget karena tiba tiba membuka pintu dengan tatanan rambut yang sudah berantakan
"Mas? " panggilku dan kembali air mata ini mengalir sendirinya
__ADS_1
Mas devan menghampiriku dan memeluk tubuhku lembut
"Udah udah jangan nangis, Angelo baik baik aja kamu jangan nangis lagi" bujuknya padaku