
Rasanya begitu tenang, yaah mungkin aku memang cocok hidup sendiri
tidak ada lagi yang akan terus menyakiti hatiku, tidak ada lagi yang akan membuatku menangis terus menerus
Sayang, kamu mau kan hidup berdua dengan mama? Hanya kita berdua
Ucapku dengan terus mengelus perutku yang masih rata
Sayang mama akan bekerja keras supaya kita bisa hidup bahagia walau cuma berdua, iyaa mama harus cari kerja supaya kita tidak harus merepotkan orang lain
Aku merebahkan tubuhku di salah satu kamar di apartemen ini, aku memilih kamar yang sedikit kecil karena tidak mungkin aku tidur di kamar pemilik apartemen ini.
***
Aku terbangun dan jam di dinding menunjukkan pukul 3 sore
ternyata aku tertidur cukup lama tapi baru kali ini tidurku benar-benar terasa nyenyak
Itu suara berisik apa ya di luar, perasaan cuma aku sendirian disini
apa rian dateng ya?
Aku segera berjalan ke ruang tamu namun kembali aku tersentak melihat seseorang yang tidak aku harapkan
Orang itu menghampiriku dan
Plaakk
Pipi kiriku terasa sangat panas bahkan air mataku sudah mengalir tanpa ku sadari, hatiku memanas menahan marah, kecewa, sedih, hancur
__ADS_1
" saa, kamu enggak kenapa napa? " rian menarikku menjauh dari orang itu dan segera memeriksa pipiku yang mungkin sudah memerah
"Kamuuu,, kamu pergi dari rumah ninggalin mobil di jalan ternyata malah tinggal dengan selingkuhanmu ini" tunjuknya pada rian
Aku seperti tak percaya dengan apa yang mas devan katakan, apalagi sekarang
Apa belum cukup semuanya?
"Rian aku lelah, aku mau istirahat" ucapku sendu
"Iya aku antar kamu ke kamar"
Belum sempat aku membalikkan tubuhku mas devan menarik lenganku paksa
"Kamuuu, jangan harap aku akan diam saja" ancamnya pada rian
Mas devan terus menarik tanganku kasar, aku kewalahan mengikuti langkah kaki mas devan
Namun mas devan tidak mau mendengarkanku, dia terus berjalan dengan cepat tanpa memperdulikan aku yang meringis kesakitan karena cengkramannya
"Masuuuk" perintahnya padaku
Aku hanya menurutinya untuk masuk ke dalam mobil, aku enggak mau kalau mas devan menyakitiku lebih parah lagi karena aku harus memikirkan kandunganku
Mas devan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi membuatku sedikit takut sehingga aku menutup mataku rapat
dengan kesetiaan ku menutup mata aku terus berpikir kemana mas devan membawaku pergi karena sudah sangat lama tapi mobil yang ku tumpangi belum juga berhenti
Mungkin sudah sekitar 30 menit atau mungkin lebih mobil baru berhenti, mas devan membuka pintu mobil dan menarikku keluar
__ADS_1
seketika aku membuka mataku
Dimana ini? Aku tidak pernah kesini sebelumnya, mas devan membawaku kemana?
"istirahatlah" ucap mas devan begitu kami berada di dalam sebuah kamar
"Ini dimana? "
"Villa ku" mas devan meninggalkan ku di dalam kamar sendirian
Aku melihat sekeliling, ku buka pintu yang menghubungkan ke sebuah balkon
tapi aku tetap tidak mengenali tempat ini
kembali ku tutup pintu balkon dan ku lihat mas devan berdiri di samping tempat tidur
Aku berjalan hendak keluar namun mas devan menahan tanganku
"Mau kemana? " tanya mas devan yang masih menahanku
"Aku haus"
"Kamu tunggu disini, aku ambil minum"
Tanpa membantah aku hanya berbalik dan duduk di sisi ranjang
"Minumlah"
Mas devan menyodorkan segelas air padaku
__ADS_1
setelah meneguknya aku segera masuk ke dalam selimut
Tapi