Adakah Sedikit Cinta Untukku

Adakah Sedikit Cinta Untukku
Episode 121


__ADS_3

Melihat keadaan Ray seperti ini mas devan pun berlalu meninggalkan kamar entah akan pergi kemana


"Cup cup sayaang, tenang yaa" elusku pada punggung Ray


Ray kembali tertidur namun aku masih belum tenang


Apa selama ini mbak rani selalu bersikap kasar pada Ray? Tapi baru pertama kali ini aku liat tubuh ray sampek membiru gini


Sayang kamu pasti kesakitan ya, maafin mama ya


Ucapku dalam hati dengan terus mengelus punggung Ray yang saat ini tidur tengkurap di dadaku


Ku alihkan pandanganku saat melihat mas devan tiba-tiba masuk


"Sayang dari mana? " tanyaku berbisik


Mas devan duduk di sampingku dengan menempelkan pipinya di bahuku dan tangannya memeluk tubuhku dan Ray sekaligus


"Sayaaang? "


"Mas habis nelfon Rio suruh urus rani" jelasnya

__ADS_1


"Terus? "


"Rani udah di bawa ke kantor polisi, ternyata rani itu emang sering marahin Ray sayang" jelasnya kembali yang membuatku membulat penuh


"Maksud mas? "


"Mas udah cek CCTV, selama ini rani sering marahin Ray kalau kita lagi di luar dan bahkan Ray pernah di biarin gitu aja nangis selama se jam, aku baru tau pas cek CCTV barusan"


Aku menutup mulutku menahan isakan tangis agar tidak tumpah ruah karena takut membangunkan Ray, mas devan kembali memelukku mencoba menenangkan


"Sayang tenang dulu, jangan nangis gini kasian Ray" bujuknya menenangkanku dengan mengelus punggungku lembut


"Iya mas"


***


Pagi hari yang sangat cerah, cahaya matahari menelusuk masuk di celah korden kamar yang membuatku terusik dari tidur namun seperti ada yang berbeda


ku buka pelan mataku untuk melihat sekitar dan kudapati Ray yang sudah bangun dan duduk di sampingku menggenggam erat jari telunjukku


"Aah,, " keluhku karena merasa sakit pada pinggang

__ADS_1


Mendengar suaraku mas devan langsung keluar dari kamar mandi dengan masih menggunakan handuk yang melilit di pingganganya


"Sayang jangan bangun dulu, kamu rebahan dulu sini mas bantu" perintahnya dengan membantuku berbaring


"Pelan pelan sayang, masih sakit? " tanyanya kembali


Aku hanya mengangguk kembali ku lihat Ray yang masih setia bermain tanpa mau melepas genggamannya pada jariku


"Ray" panggilku dan ray pun merespon dengan berbalik melihatku dengan senyuman manisnya


"Sayang kamu mandi dulu ya sama papa" perintahku sedangkan Ray hanya tersenyum dan melepas genggaman tanganya padaku


Mas devan pun menggendong Ray membawanya untuk masuk ke kamar mandi


setelah 30 menit aku pun mulai bisa berdiri dan masuk ke kamar mandi menyusul mas devan dan Ray yang tidak keluar dari tadi


"Ya ampun maas,,, kamu ngapain ngajak anak kamu berendem gitu? Entar Ray masuk angin" omelku


"Ini air hangat koq sayang"


"Sama aja mas,, kamu itu ya gak kasian apa kalau ray masuk angin" kembali ku layangkan omelan pada mas devan dan hendak mengangkat Ray keluar dari bathup namun belum sempat tanganku meraih Ray ia sudah mencipratkan busa sabun ke wajahku yang membuat mas devan dan Ray tertawa bersama

__ADS_1


"Sudah sudah ayo semuanya keluar gak usah main air lagi" perintahku dan meninggalkan mereka


__ADS_2