
Ku lihat dokter datang untuk memeriksa angel namun Angel tetap bersikeras tidak mau di periksa, setelah cukup lama angel tidak punya pilihan lain selain menuruti perintah mas devan
"Nona ini sudah hamil sekitar 2 minggu"
Aku melihat wajah mas devan yang sangat kaget bahkan tangannya bergerak menampar Angel, aku yakin mas devan sangat kecewa
Mas devan masih sibuk bertengkar sedangkan aku sudah memutuskan untuk tetap pergi
saat kedua pasang kekasih itu bertengkar aku mencoba menjelaskan pada kak danisha bahwa aku akan tetap pergi awalnya kak danisha melarangku tapi aku terus memohon hingga akhirnya kak danisha hanya menuruti keinginanku
Aku keluar dari rumah ini karena monic sudah menungguku di depan rumah
kembali ku tengok ke belakang mas devan dan angel masih adu mulut
Ku perhatikan baik baik rumah ini, rumah yang sudah ku tempati hampir setahun
ku lihat segala sudut rumah ini dan mataku menangkap bik inah yang sedang menangis
Ku berikan senyumku pada bik inah dan kak danisha sebelum aku pergi
Aku masuk ke mobil monic dengan air mata yang masih tidak mau berhenti
mobil monic melaju dengan kecepatan sedang, tujuan kami yaitu bandara
"Monic makasih ya sudah nganterin aku kesini"
"Iyaaa, kamu temen aku pasti aku akan bantu kalau kamu butuh"
Aku hanya tersenyum dan segera aku masuk ke ruang tunggu, ku kihat hp ku terus bergetar
Mas devan calling
Aku hanya tersenyum pahit melihat nama yang tertera di panggilan masuk
__ADS_1
"Kenapa enggak di jawab panggilannya? "
Suara barito itu mengagetkan ku seketika
"Riaan? "
"Haii" nyengirnya memperlihatkan semua deretan gigi putihnya
"Kamuu,, kamu ngapain disini? "
"Mau jualan" ucapnya cuek
"Haaaa? "
"Enggak becanda aku, aku mau ke bali"
"Ngapain? " tanyaku menyelidik
"Ada kerjaan, kamu sendiri mau kemana? "
"Waaah kita satu tujuan dong yaa"
"Rian, maaf ya yang waktu itu" ucapku sendu
"Kapan? Kenapa? "
"Waktu aku nginep di apartemen kamu, mas devan enggak ngapa ngapain kamu kan? "
"Siapa bilang? "
"Maksud kamu? " aku takut mas devan akan membuat masalah dengan rian
"Ya, besok nya dia nyamperin aku di kantor terus dia mukul aku sampek aku masuk rumah sakit"
__ADS_1
"Rian, yang beneer? Mas devan ngelakuin itu? Terus kamu gimana keadaanya? Parah banget? Emang kamu enggak bisa ngelawan"
"Aduuuh sa, kamu udah kayak mama ku aja pertanyaaanya banyak banget"
"Rian aku serius"
"Haha aku bohong saa, emang devan ke kantor ku tapi dia cuma kasih peringatan gak sampek mukul"
Aku mendengar itu langsung memukul lengan rian keras yang membuat rian meringis
***
Aaaaaaah akhirnya sampai di bali lagiiiii
Kangen banget aku kerja di sini
Rian hanya terus mengekoriku, sewaktu di dalam pesawat pun tempat duduk rian berada di sampingku sampai aku bingung apa mungkin dia ngikutin aku ya?
Pede banget aku
"Saa, ayo makan dulu yuk" ajaknya
"Koq kamu masih ngintilin aku sih? "
"Iiih apaan sih kamu, orang aku ngajak makan karena gak punya temen. Kalau makan sendirian itu gak enak tauuu"
"Hmm ya udah tapi kamu yang traktir ya? "
"Dasar kamu, ya udah ayo"
Kami berdua menuju tempat makan solaria
sesampainya disana ku aktifkan Hp yang dari tadi aku matikan
__ADS_1
Alangkah kagetnya begitu aku melihat banyak panggilan masuk yang berasal dari........
Jangan lupa like dan dukungannya