Adakah Sedikit Cinta Untukku

Adakah Sedikit Cinta Untukku
Episode 61


__ADS_3

Segera ku tunaikan shalat subuh karena sepertinya sebentar lagi matahari akan terbit,


Gara-gara terlalu lama menangis di kamar mandi akhirnya malah kesiangan


Ketika melipat mukenah aku baru menyadari kalau lenganku membiru, sepertinya karena cengkraman mas devan semalam


Aku keluar dari kamar dan menuju dapur dengan berjalan sangat pelan karena masih terasa begitu nyeri di bagian itu


***


"Nyonyaaa, ngapain ke dapur? " tanya seorang perempuan separuh baya padaku


" saya mau bantu masak mbok"


" panggil saja bik inah nyonya"


Aku hanya tersenyum dan mengangguk


" masakannya udah selesai nyonya, nyonya tunggu saja di meja makan"


" tidak apa bik, saya mau buat kopi untuk mas devan. Emm mas devan suka kopi kan bik? "


" iya nyonya"


" takaranya gimana? " tanyaku kembali karena memang aku tidak tau selera mas devan


" 1 sendok kopi dan 1 setengah sendok gula"


Akupun langsung membuat kopi sesuai intruksi bik inah, aku hanya memberikan setengah air panas dan sisanya akan aku tuangkan saat mas devan turun agar kopinya tetap dalam kondisi panas

__ADS_1


Ku lihat sudah pukul 06.07 Aku berniat membangunkan mas devan


begitu ku buka pintu kamar ku lihat mas devan sedang duduk dan memperhatikan sesuatu


Apa yang mas devan lihat sampai segitunya?


Saat aku mulai dekat dengan tempat tidur aku pun dibuat kaget tapi segera ku ubah ekspresi wajahku saat mas devan juga menatap ke arahku


" kenapa? Mas kecewa karena aku masih perawan? " tanyaku sinis lalu meninggalkan kamar


karena sebenarnya aku begitu malu kenapa bisa aku tidak menyadari saat bangun tidur kalau ada bercak darah disana


Bodoh bodoh maki pada diriku sendiri


Aku menuruni tangga dan melihat bik inah sedang menyiapkan sarapan


"Bik,, bibik kerjakan yang lain saja, biar saya yang siapkan ini"


Tak berapa lama aku mendengar langkah kaki mas devan menuruni tangga


Setelah mas devan duduk aku sajikan nasi goreng di depannya dan segera aku beranjak pergi


" kamu mau kemana? " tanya mas devan yang menghentikan langkahku


" mau ke kamar"


" ngapain? "


" mau beresin tempat tidur".

__ADS_1


" suruh bik inah cuci "


" gak usah aku cuci sendiri"


Tiba-tiba mas devan mendekatiku dan berbisik


"Kenapa harus di lakukan sendiri? Kamu malu? "


Segera aku tinggalkan mas devan yang sedang senyum jahat itu


Dasar menyebalkan


Aku segera mengganti sprei dengan yang baru dan membawa sprei yang kotor ke belakang untuk di cuci, ku lihat mas devan belum berangkat kerja.


Setelah memasukkan sprei ke dalam mesin cuci aku segera kembali ke depan untuk melihat mas devan


" maaas" panggilku saat mas devan sudah sampai di pintu keluar


"Kenapa? "


Aku mengulurkan tanganku tapi mas devan hanya diam seperti tidak mengerti


Segera ku tarik tangan mas devan dan ku cium punggung tangannya


" hati-hati " ucapku dengan di iringi senyuman termanis yang aku miliki


" hmm jadi kamu sedang memerankan menjadi istri yang baik, kamu harus catat di otakmu itu" dengan jari telunjuk menoyor dahiku


" aku enggak akan pernah ngangep kamu istriku yang sesungguhnya, kamu hanya istri sementara. Setelah Angel kembali kamu harus siap-siap pergi"

__ADS_1


Mas devan pergi begitu saja tanpa milihat ke belakang, aku tetap memberikan senyumku padanya meski sejujurnya hatiku seperti tercabik-cabik


__ADS_2