
Jam menunjukkan pukul 7.45
Sambil merenggangkan otot-otot yang sedari tadi menegang karna mengurus flight yang jadwal terbangnya mepet kini waktunya untuk minum kopi, walaupun waktu senggang itu hanya 7 menit tapi lebih dari cukup untuk membuat kopi. sambil berjalan gontai menuju dispenser aku memegang serbuk kopi sacher dan gelas kesayangan yang aku bawa dari kos ku.
" sandya, mau buat kopi kan? Tolong buatkan saya sekalian ya" pinta pak Dani
Mendengar hal itu pak Evan pun ikut minta di buatkan kopi dan itu tidak membuatku keberatan.
Walaupun baru 1 bulan di devisi ini tapi aku sudah dekat dengan kedua atasanku itu, saat jam flight kosong kami bahkan terkadang ngopi bersama. Pak dani itu termasuk bos yang cuek dan dingin seperti Es di kutub, tapi entah kenapa dia begitu bersahabat menurutku.
Setelah meletakkan kopi di meja pak Evan aku langsung duduk di meja kerjaku serasa mengecek Group chat perusahaan.
Yaa, kami berkomunikasi antara rekan kerja satu dengan yang lain menggunakan aplikasi chat karna itu lebih memudahkan kami dari pada menggunakan HT (handy talky).
Bukan hanya dengan teman satu kantor bahkan dengan semua staff di perusahaan yang sama yang terdapat di seluruh indonesia, itu yang membuatku harus merogoh kocek yang cukup besar untuk membeli smartphone dengan kapasitas tampung yang banyak.
Setelah mengecek semua aman kembali fokusku mengecek jadwal penerbangan di monitor komputer dan kembali tanganku membuka chat group
"Controler checkin, tolong dimonitor penumpang dengan no. Penerbangan AA22 karna pesawat sudah landing, close checkin AA22 sepuluh menit lagi"
(Nomer penerbangan dan lainnya saya samarkan ya)
"gate, ada 3 extra crew di AA22 kursi nomer 6abc" jelasku
"Baik mbak, penumpang AA22 sudah melapor semua. Sistem bisa di Lock" info controler checkin counter
Mendapat info tersebut secara langsung jari-jariku bermain di keybord dan beberapa saat kemudian menelfon seseorang.
Baru gagang telfon di letakkan di tempatnya, telfon itu berbunyi kembali.
__ADS_1
"Ya? "
"Mbak di bantu ini ada penumpang AA991, tiketnya tidak bisa saya checkin kan"
"Em kode booking? " tanyaku
"..... Itu mbak kodenya"
"Ok tunggu "
Sambil jariku bermain di atas keybord dan tak lama kemudia kembali berbicara kepada penelfon
"Itu tiketnya ada perubahan, awalnya pax (penumpang) menaiki AA920 tapi dia rubah ke AA991, ada penambahan biaya. Arahkan pax langsung ke kasir untuk membayar kekurangganya" dan langsung aku tutup telfonnya tanpa menunggu si penelfon memberikan respon
Kembali aku di sibukkan dengan penerbangan dan dokumen yang lain
" iya saa, kamu gak ada niat gitu pacaran? Apa kamu terima aja itu si reza ( staf controler gate), dari pada jomblo terus kamu" timpal pak Dani sambil tertawa
"Nanti saja pak, kalau udah ketemu yang srek ke hati gitu" jawabku santai
Untuk saat ini pun aku tidak pernah memikirkan pacaran
Yang di pikiranku hanya bagaimana mencukupi kebutuhan adik dan nenekku di kampung halaman
Tak lama setelah itu hp ku pun berdering dan aku langsung mengangkat telfon tersebut
"Iya halo pak? "
".... "
__ADS_1
"Oh baik pak, tanggal berapa pak? Untuk 4 orang saja? "
Dengan tangan kiri memegang telefon dan tangan kanan berkutat di keybord komputer
"Baik pak, nanti saya kirim detailnya via chat pak"
"... "
"Baik pak"
Panggilan di akhiri seraya meletakkan kembali hpku
"Siapa sa? Bapakmu yang nelfon? " tanya pak Evan
"Iya pak" jawabku tanpa mengalihkan pandangan dari layar komputerku
"Bapak siapa van? " selidik pak Dani yang terlihat penasaran
"Itu pak Baraa"
"Waaah hebat kamu sa, baru kali ini pak bara ada perlu itu langsung nelfon ke manifest. Biasanya kan lewat kita ya van? " tutur pak Dani yang ditujukan pada pak Evan
"Iya, manifest yang dia percaya tuh cuman dua disini, si Cici (manifest senior) sama si sandya" puji pak evan padaku
"Masak sih pak? " tanyaku penasaran
"Iya lah, buktinya dia ngasih tau kamu.....
Lanjut next episode ya 🤗
__ADS_1