
Jangan Lupa untuk like ceritanya ya teman*
Sesampainya di pantai kuta aku dan aya mencari penjual gorengan setelah mendapatkan gorengan kami duduk di pasir menikmati keindahan alam yang Tuhan berikan dan melihat mereka yang berlari kesana kemari.
Pemandangan di depan mata benar-benar membuat stress hilang, kami menikmati sunset yang begitu sempurna sangat sempurna bagiku bahkan banyak di antara pengunjung yang mengabadikannya dengan memotretnya ada juga yang selfi dan sebagainya.
Matahari tenggelam sempurna, tempat sekitar sudah mulai gelap aku dan maya memutuskan untuk pulang.
Jalan kaki? Tentu sajaa, jalanan area kuta tidak akan sepi karena masih banyak turis yang kembali ke hotel juga berjalan kaki.
Aku dan aya memilih berhenti di warung sate, setelah makan kami pun melanjutkan perjalanan pulang.
Sesampainya di kost aku langsung membersihkan diri dan setelahnya giliran aya, ku buka Hp ku yang sedari tadi aku silent
Banyak sekalii pesan masuk
Kagetku karena memang sedari tadi aku lupa memeriksa Hp
Kak refan
" sa kamu enggak kerja hari ini? "
" sa kamu sakit? "
" sa bales dong"
Aku hanya menggeleng membaca isi chat kak refan yang akhirnya ku balas chat itu
" aku cuti kak, entar pas masuk langsung ke domestik "
__ADS_1
Kusimpan Hpku di atas nakas dan ku putuskan untuk tidur lebih awal.
tapii entah kenapa perasaanku tidak tenang, kulihat aya keluar kamar mandi
" ya nanti tolong masukin semua sendal di luar, terus jangan lupa kunci semua pintu. Lampu juga matiin semu, hp mu matiin jangan buat alarm apapun "
Jelasku pada aya
" kenapa sa? "
" enggak tauu, perasaanku gak enak kayak...... Sudahlah aku mau tidur, jangan lupa ya"
Kemudian ku matikan semua alarm dan Hpku
***
Dor dor dor
Pagi mas, mbaak
Dor dorr dor
Permisiii
Selamat pagi
Sontak aku dan aya kaget di buatnya, aku dan aya hanya saling pandang satu sama lain
Pecalaang
__ADS_1
Bisikku dan aya bersamaan
Aku dan aya seketika dibuat berkeringat dingin, tidak hanya pintu depan tapi juga pintu belakang di gedornya.
Kami masuk ke dalam kamar mandi dan berjongkok di bawah fentilasi udara kamar mandi.
Ku lihat mereka mengarahkan senter melalui jendela-jendela kecil, aku dan aya hanya berdoa agar mereka tidak menemukan kami atau bahkan memaksa masuk.
Ku dengar suara penghuni kamar sebelah yang kena tangkap dan digiring menaiki mobil pecalang untuk di bawa ke kantor mereka.
(Mobil pecalang persis seperti mobil polisi atau satpol PP untuk membawa orang yang terkena grebek)
Di tangkap pecalang bisa di bilang sangat malu jika harus di giring ke kantor karna harus menaiki mobil itu dan di lihat oleh banyak orang.
Yang kami dengar cukup banyak penghuni kost yang terkena tangkap aku dan maya hanya berdoa dan terus berdoa.
Setelah beberapa waktu ku dengar mereka meninggalkan area kostn menuju tempat kost di sebelah kostn ini.
Aku dan aya bernafas cukup lega, tapi kami tidak berani menyalakan lampu sampai pagi, bahkan saat sholat subuh kami sholat dalam keadaan remang-remang.
aku hidupkan Hpku dan kulihat pesan masuk dari...
Pesan dari siapa ya??
Lanjut next episode aja yaaaa
Karena lagi capek hihihi
Jangan lupa like dong biar aku semangat nulisnya
__ADS_1
Makssih semua