
" kamu dari tadi sa? "
“ eemmm,,, setengah jam”
“ kasiiian pacar mas ini, ya udah mas traktir makan ya? “ bujuknya padaku
“ok deal “
Kami pun makan di area kedatangan dan masuk ke toko jung food walaupun butuh waktu yang lama untuk membujuk mas bagas
“ mas,itu cincin apa? “ tanyaku pada cincin yang melingkar di jari mas bagas
“owh ini cincin lama mas, waktu pulang ke malang mas sengaja mengambilnya”
Rasanya ingin sekali percaya dengan alasan itu tapi entah kenapa aku merasa itu cincin couple bukan cincin biasa.
**
Hubunganku dan mas bagas memasuki bulan ke 8
Masih seperti biasanya, berjalan tanpa ada konflik atau lainnya bahkan saat ini kami sedang makan bersama tapi bukan hanya berdua kami makan bersama reza, putri, yaaa bisa di bilang double date.
Sampai saat itu tiba-tiba saja
__ADS_1
“ mas, aku ke toilet dulu ya”
“iya jangan lama-lama” ucap mas bagas
baru beberapa langkah aku merasa seperti ada yang menarik lenganku sehingga memaksaku untuk membalikkan badan dan
Plaak
Panas, pipiku terasa panas mungkin juga sudah memerah karena tamparan dari perempuan yang sedang berdiri di hadapanku ini, bukan hanya aku tapi mas bagas reza dan putri juga terlihat kaget
Tapiiii saat ku lihat wajah perempuan yang tadi menamparku, seperti tidak asing bagi ku
“ maaf, mbak siapa? Kenapa tiba-tiba nampar saya? “ tanyaku yang sedikit marah
“ dasar perempuan tidak tau malu, setelah menggoda tunanganku kamu masih nanya kenapa aku menamparmu? “
“ haa tunangan? Tunangan mbaknya siapa? Mungkin mbak salah orang” jawabku tenang
“ mas bagaaas, mas bagas itu tunanganku. Kami sudah bertunngan satu bulan yang lalu dan kami pacaran sudah sejak SMA” teriaknya padaku
Seketika aku mengingat perempuan ini, dia adalah perempuan yang ada di Hp mas bagas
Mas bagas bilang padaku bahwa dia adalah dewi mantan pacarnya. Ku alihkan pandanganku pada mas bagas
__ADS_1
“ mas, apa itu bener? Apa selama ini kamu udah bohongin aku? “
Diaam, mas bagas hanya diam dan menundukkan kepalanya. Dari diamnya mas bagas dapat ku simpulkan segalanya
“ maaf mbak mungkin saya salah karena pacaran dengan orang yang sudah memiliki tunangan tapi alangkah lebih baik jika mbak mencari tau dulu kebenarannya”
Aku langsung keluar dari tempat makan tersebut karena sudah terlalu banyak mata yang menyorot keributan yang di buat oleh mbak dewi
Ku dengar makian-makian yang masih mbak dewi lontarkan padaku namun kembali ku dengar sedikit putri yang ikut membelaku
"Dasar enggak tau diri kamu mau kabur gitu aja? Enggak punya sopan santun"
Itu lah salah satu makian mbak dewi yang sempat tertangkap indera pendengaranku
" maaf mbak, sikap mbak yang seperti ini yang justru jauh dari kata sopan santun mbak terlihat sangat bar-bar"
Ejek putri yang kemudian menyusulku keluar
Aku hanya mematung di depan pintu keluar seperti shock dengan apa yang baru terjadi, ku rasakan tangan putri dan reza yang merangkul bahu dan tanganku mengarahkan ku untuk pergi menjauh dari tempat makan itu.
Reza memesankan ku taxi dan putri berniat mengantarku sampai kostn sebelum masuk ke dalam taxi ku lihat mas bagas berlari keluar dari tempat makan seperti sedang mencari sesuatu
Jangan Lipa like
__ADS_1
Makasih