
" kamu bisa ke RS sekarang? Mama masuk rumah sakit"
" mama? Mama siapa? Ini siapa? "
Aku kembali bertanya karena bingung dengan orang yang menelfon
" mama indah, ini aku Devan"
Setelah diam beberapa saat aku mulai sadar siapa yang menelfon
" haloo, halooo,, kamu masih disana kan? "
Tanyanya lagi dengan sedikit meninggikan intonasi
" eeh i,, iya,, kirim segera alamat Rumah Sakitnya, aku akan segera kesana"
Segera ku akhiri panggilan telefon tersebu
Tante indah sakit apa? Bukannya tadi baik-baik saja ya?
Pikirku sendiri
Setelah mendapat kiriman alamat dari Devan aku segera berangkat menuju RS tersebut
Dari kejauhan ku lihat devan yang sedang berdiri di depan sebuah pintu di temani asisten tante indah
" mbak tante kenapa tiba-tiba sakit? " tanyaku pada asisten tante indah
Asisten tante indah hanya melirik devan tanpa mengeluarkan sepatah kata pun
Sedangkan devan hanya melihatku sekilas
Tak berapa lama keluar laki-laki berpakaian dokter dari rungan tersebut
__ADS_1
"Dok bagaimana keadaan mama saya? "
" mama anda sudah baik-baik saja, tapi sebaiknya jangan sampai hal ini terjadi lagi. Jantung pasien tidak dalam keadaan baik-baik saja, jangan buat beliau shok ataupun banyak pikiran, saya permisi"
Jelas dokter tersebut kepada kami, aku dan devan masuk ke ruangan untuk melihat keadaan tante indah sedangkan asisten tante indah mengurus kamar inap untuk tante indah
Ku lihat devan yang terlihat sedih, sepertinya dia begitu menyayangi tante indah
Usia devan denganku berbeda 7 tahun, tapi aku malas memanggilnya kakak apalagi mas
Dia begitu sombong dan dingin
***
" maaa,,, mama sudah sadar? "
"Tantee"
Tante indah melihatku dan tak lama tante indah menggengam tanganku dengan kuat dan mulai mengeluarkan air mata
Sebelum aku pergi tante indah memperkuat genggaman tangannya padaku dan menggeleng, aku semakin bingung di buatnya
" tante jangan menangis, sandya mohon. Tante butuh sesuatu biar sandya ambilkan? "
Lagi-lagi tante indah hanya menggeleng dan ku lirik devan yang duduk di sebelah ranjang tempat tidur tante indah
Dia menatapku dengan tatapan benci
Ini mmebuatku semakin bingung
" tante mau apa? " tanyaku lagi
" tan,,, tantee ma,, u kaa,, mmuuu jadi maan,, tuuu tann,, tee"
__ADS_1
Ucapnya terbata-bata namun masih terdengar jelas, aku semakin bingung di buatnya
Bagaimana ini, kalau aku menolak sekarang aku takut tante indah akan drop lagi
Ku lirik devan seakan meminta bantuannya
Namun dia malah mengalihkan pandangannya
Sialaan si devan ini
"Sa, mauu ya? "
Tuhan aku harus gimana iniiiiii
Kalau aku tolak terus tante indah kenapa-napa bisa aku yang di salahin, apa aku terima saja? Tapi gimana sama si devan? Dia setuju enggak ya?
Ku lihat kembali wajah pucat tante indah, dapat ku baca raut wajah memohon dari wajahnya yang pucat
Aku mengangguk,, yah menandakan aku setuju walaupun aku tidak tau nantinya akan jadi apa hubungan ini
Ku lihat tante indah tersenyum hangat kepadaku sepertinya beliau sangat senang berbeda dengan laki-laki yang duduk di hadapanku saat ini, yang ku lihat mata devan terbelalak seperti akan keluar bola matanya bahkan rahangnya mengeras menandakan dia marah
Apa aku salah ambil keputusan ya???
Tapi kan aku enggak mau tante indah kenpa-napa
Apa salah?
Aaarrrggg
Sudahlaaah
Sudah terlanjur kecebur mandi aja sekalian
__ADS_1
Like like like
Makasih