
Kami menuju sebuah restoran yang sangat mewah, mas devan memesan ruangan VIP agar tidak terlalu berisik dengan pengunjung yang lain
Mataku membulat sempurna begitu melihat ruangan yang begitu indah dan terlihat romantis
"Ayoo" ajak mas devan dengan menggenggam tanganku
Mas devan menarik kursi dan mempersilahkan aku duduk, kami menikmati makanan yang di hidangkan dalam keadaan sunyi
"Dya, aku punya sesuatu buat kamu"
Segera ku hentikan makanku dan ku teguk air putih sedikit, kembali ku tatap mata mas devan menandakan aku bertanya apa yang akan di lakukannya
Mas devan mengeluarkan sebuah kotak merah dari saku jas nya dan memberikannya padaku
Aku buka kotak tersebut dan alangkah kagetnya aku begitu ku lihat sebuah cincin dengan batu berlian di atasnya
Indah, simple dan elegan itulah yang pantas menggambarkan cincin ini
Aku menutup mulutku tak percaya
"Sini mas pakein" pinta mas devan
Aku memberikan kotak tersebut pada mas devan dan mas devan memasangnya pada jari manisku
"Baguus, cantik" ucap mas devan dengan mencium punggung tanganku
__ADS_1
Ada kebahagiaan yang menyeruak di hatiku tapi juga ada rasa mengganjal disana
Entah apa, ingin sekali aku menepisnya tapi perasanku tidak bisa di bohongi bahwa memang ada yang terasa mengganjal
Aku menghabiskan makan malam dengan penuh romantis bersama mas devan, setelah makan mas devan memutuskan untuk menginap di hotel dan aku hanya menurutinya
"Sayang mas mandi duluan ya"
Aku hanya mengangguk, apa tadi mas devan bilang? Sayang? Aku enggak salah denger kan?
Aku menunggu mas devan mandi dengan menonton acara berita di TV tak butuh waktu lama mas devan sudah keluar dari kamar mandi
Aku segera masuk dan mengunci pintu kamar mandi, aku berniat untuk berendam air hangat
Aku menghabiskan waktu sekitar 30 menit untuk mandi
"Sayang sini" pinta mas devan
Melihatku yang masih mematung mas devan pun berinisiatif untuk menarikku, mas devan menggenggam tanganku lembut
"Ayo duduk sini" ucapnya menepuk paha nya
Haaa? Mas devan nyuruh aku duduk di pangkuannya, melihatku yang masih diam mas devan menarikku hingga aku jatuh di pangkuannya
"Kamu kenapa bengong terus? "
"Emm itu enggak koq mas"
__ADS_1
Tangan kiri mas devan sudah masuk ke dalam kimono tidurku sedangkan tangan kanannya merangkul pinggangku
" boleh kan? " tanyanya padaku yang masih diam
Aku menjawab pertanyaan mas devan dengan anggukan
"Tapi disini ya sayang? Mas maunya di tempat tempat berbeda dan gaya yang berbeda"
"Di sofa? " tanyaku bingung
"Hmm" jawab mas devan yang masih terus menciumi leherku
Mas devan melakukannya dengan lembut tapi permintaan mas devan membuatku kewalahan, dia melakukannya dengan berbagai macam gaya dan di berbagai penjuru kamar hotel ini
Aku hanya menuruti tanpa berpikir negatif sedikitpun tentang permintaanya
Sudahlah mungkin mas devan sudah mulai membuka hati nya untukku
***
Saat aku terbangun aku tidak melihat sosok mas devan di sampingku, aku berusaha mencari di segala bagian dari kamar ini tapi tetap tidak menemukan mas devan
Kemana mas devan, kenapa sudah pergi tanpa memberitahuku?
Aku melirik paperbag di atas meja aku membukanya yang ternyata pakaian wanita
Aku mencoba menghubungi mas devan tapi panggilanku tidak ada jawaban
__ADS_1