Adakah Sedikit Cinta Untukku

Adakah Sedikit Cinta Untukku
Episode 151


__ADS_3

"Sayang koq gak di habisin? " tanya mas devan


"Udah kenyang mas,,, mas aja yang habisini yaa" pintaku


"Kalau mas yang habisin tetep aja masih kebanyakan"


"Ya udah di bagi aja sama karyawan atau OB,, aku juga cuma icipi aja tadi" kesalku dan langsung berdiri


"Sayang mau kemana? "


"Mau pulang aja" ucapku berlalu meninggalkan mas devan


Di depan pintu ku lihat rio sedang berbicara dengan sekertaris mas devan


"Rioo" panggilku dan yang di panggil segera mengalihkan pandangan ke sumber suara


"Iya nyonya"


"Tolong antar saya pulang ya" pintaku


"Tapiii,,, "


"Kamu gak mau? Huuuh bos sama asisten sama aja" kesalku pergi namun rio mengejarku


"Baik saya antar nyonya" ucapnya takut


"Nyonya saya gimana? " tanya joko yang ternyata sedari tadi juga mengekor di belakang


"Ya terserah kamu ko,,, pulang ya boleh mau disini juga boleh" ucapku

__ADS_1


***


Setelah pulang dari kantor mas devan aku hanya bermain dengan ray,,, lebih tepatnya menemani ray karena ia sibuk dengan laptopnya aku pun menyibukkan diri dengan buku buku yang ray punya


"Maa"


"Iya sayang, kenapa? "


"Ray kan belum cukup umur untuk sekolah, boleh gak ray minta guru les di rumah? " tanyanya tiba tiba


"Boleh dong sayang, kamu maunya kapan? "


"Terserah mama aja,, "


"Hm ya udah nanti mama bicara dulu dengan papa ya"


***


Hari ini mas devan pulang telat dari biasanya, mas devan sampai di rumah sekitar pukul sembilan malam dan ray pastinya sudah tidur


"Mas " panggilku saat mas devan memasuki kamar


"Sayang, koq belum tidur? " tanyanya dengan melepas kemeja yang ia kenakan


"Aku nungguin mas"


"Hm lain kali jangan nungguin mas, kamu lebih baik istirahat ingat untuk jaga kesehatan" nasehatnya dengan mengelus pipiku lembut


"Mas, ray katanya mau les di rumah" ucapku

__ADS_1


"Mau les apa? "


"Hm ya les pelajaran mas,, tapi tadi dia bilang mau guru les nya yang SMP gak mau kalau SD" jelasku yang membuat mas devan terlihat kebingungan


"koq gitu? Dia kan masih kecil"


"Hm ya udah lah mas, turuti aja dari pada dia ngambek entar,,, mas tau sendiri kalau dia ngambek tuh gimana? Bisa bisa bikin masalah lagi"


" ya udah nanti mas suruh rio urus,, sekarang kamu istirahat ya" pintanya lembut


"Aku siapin air buat mas mandi dulu baru tidur"


"Enggak usah sayang,, kamu gak boleh capek capek, kamu tidur aja " larangnya


"Ya ampun mas, nyiapin air aja gak bakal buat aku capek,,, mas jangan terlalu manjain aku gitu, aku gak suka" jelasku lembut dengan menggenggam erat tangan mas devan


Setelah begitu lama membujuk mas devan memberinya sedikit pengertian akhirnya ia setuju, hanya masalah air untuk mandi bisa makan waktu setengah jam


aku mengerti mas devan khawatir tapi aku juga butuh gerak, gak mungkin terus menerus tiduran di atas tempat tidur itu akan membuatku stress


"mas airnya sudah siap" ucapku


"Iya, makasih sayang"


Begitu mas devan masuk ke kamar mandi segera ku siapkan baju tidur untuknya dan kembali ku bersiap untuk menuju alam mimpi


Eh koq tiba tiba pengen tidur sama Ray ya?


Aku segera beranjak bangun dan menuju kamar Ray, ku lihat ray yang sudah terlelap dalam tidurnya tanpa menunggu lama segera ku rebahkan tubuhku di samping ray tidur

__ADS_1


__ADS_2