Adakah Sedikit Cinta Untukku

Adakah Sedikit Cinta Untukku
Episode 130


__ADS_3

Selesai makan malam aku dan mas devan duduk berdua di ruang TV sembari mengobrol


"Sayang, kamu kenal Ardi dimana? " tanyanya tiba tiba


"Mas tau dari mana kalau tadi aku ketemu Ardi? " tanyaku karena seingatku tadi Ardi tidak menyebut namanya di depan Ray


"Mas nyuruh orang ikutin aku? " tanyaku kembali


"Mas suruh orang jagain kamu dan Ray, mas gak mau kalian kenapa napa" jelasnya


"Hm Ardi pelanggan di cafe mama, dan lagi aku baru kenal tadi karena dia lagi komplaint" jelasku


"Hm ya udah, tapi bisa enggak lain kali kamu jangan terlalu dekat dengannya? "


"Kenapa? "


"Hm gak apa sayang, cuma jangan terlalu dekat aja" pintanya namun aku hanya mengangguk


"Ya udah ayo kita tidur" ajak mas devan


"Ini masih jam delapan sayang, gak kesiangan tidur jam segini? "


"Enggak, kan kita masih mau main"


"Haa? Main apaan udah malem gini? " tanyaku bingung


"Main, buat adek untuk Ray" bisiknya yang membuatku malu malu


***


"Sayang kamu hari ini ke cafe mama lagi? "


Tanya mas devan yang masih mengenakan dasinya

__ADS_1


"Enggak mas, hari ini kan kak danisha ke jakarta jadi aku mau ke rumah mama buat nemuin kak danisha" ucapku


"Hmm ya udah bagus lah"


"Bagus apanya? "


"Bukan apa apa sayang" kecupnya di keningku dan berlalu berjalan keluar


Setelah mas devan berangkat ke kantor aku mengajak Ray ke rumah kak danisha


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam, nyonya silahkan masuk"


"makasih bi, kak danisha mana? "


"Sudah di ruang keluarga menunggu nyonya"


Aku dan Ray beranjak ke ruang keluarga


"Kakaaak"


"Dek,, kangen banget aku" peluknya erat


"Uh ponakan aunty sudah besar ya? Kamu Umur berapa sayang? "


"Tiga setengah tante" jawab ray mantap


"Pinternya, ayo duduk duduk"


"Kak aurel gak di ajak? "


"Kan sekolah aurelnya sa,, "

__ADS_1


"Oh iya lupa, kelas berapa sekarang!? "


"Kelas 6 SD gitu kalau kata orang sini"


"Hmm terus baby Amel kemana? "


"Amel tidur tuh di kamar"


Kami pun melanjutkan percakapan hingga lupa waktu namun tiba-tiba suara amel menangis histeris membuat kami berlari menuju kamar amel berada dan disana sudah ku lihat Ray yang berdiri di sebelah amel tidur


Kak danisha langsung mengangkat amel untuk di gendong sedangkan aku menggenggam tangan Ray


"sayang, adeknya koq nangis? "


"Ray gak tau ma, tadi Ray lagi berdiri terus liatin adek amel tidur tiba tiba baby nya buka mata Ray langsung kaget"


"Terus? "


"Terus Ray ajak adek amel ngobrol tapi adek amelnya gak jawab sampek Ray capek ngomong, ya udah Ray marahin terus nangis" jelasnya polos


Aku dan kak danisha hanya saling pandang dan tersenyum mendengar penuturan Ray


"Sayaang, adek amel kan masih baby jadi belum bisa bicara nanti kalau adek amelnya udah bisa bicara baru ya Ray ajak adeknya ngobrol" saranku dan ray hanya mengangguk


"Dek, inget gak dulu waktu Ray masih bayi kan kakak sekeluarga ke rumah kamu terus pas aurel liat Ray dia ngajak ray ngobrol terus tapi ray nya malah ketawa terus sampek aurel kesel dan nangis" jelas kak danisha


"Eh iya ya kak,, haduh si Ray ini hobby banget bikin cewek nangis,, kalau udah gede gak boleh gitu ya sayang" jelasku pada Ray


Jangan lupa likenya


Gak bosen bosen aku minta like dan koment


Makasih

__ADS_1


__ADS_2