
Jangan lupa like nyaaaa
Makasih
Mataku tertuju ke kamar utama, perlahan kakiku melangkah menuju kamar itu
entah mengapa rasanya ingin sekali aku membuka pintu kamar ini
Ku pegang gagang pintu kamar tersebut dan ku buka perlahan, saat pintu terbuka sedikit dapat ku dengar suara desahan perempuan dari dalam kamar ini
Aku menutup mulutku tak percaya mataku membulat penuh rasanya sangat panas seperti akan menumpahkan air mata
dadaku seperti tertancap beribu anak panah kakiku bahkan tidak mampu ku gerakkan
ku coba menganggkat kakiku yang terasa berat, ingin sekali rasanya cepat-cepat pergi dari tempat ini nafasku benar-benar sesak di buatnya
Aku menuruni tangga dengan terus berpegangan pada pegangan tangga karena rasanya tubuhku sudah tidak mampu berdiri
"Nyonya"
ku lirik bik inah yang juga sudah menangis
"A,, apa dia Angel? "
Bik inah hanya mengangguk tak sanggup menjawab pertanyaanku
__ADS_1
bik inah membantuku berjalan menuju ruang tamu dan segera memberiku teh hangat
Teh hangat yang ku pegang terlihat bergerak yang menandakan tubuhku bergetar hebat
Apalagi ini TUHAN, aku fikir semua penderitaanku sudah mulai pergi namun,, hiks,, hiks
Apa ini artinya waktuku di rumah ini sudah habis? Apa aku harus sudah pergi?
ku dongakkan wajahku ke atas melihat kamar utama yang terlihat pintunya dari ruang tamu
Kembali kurasakan sakit di hatiku
Maas, apa ini yang kamu inginkan?
Aku terus bertanya pada diriku sendiri hingga
Kembali ku dongakkan wajahku yang tanpa sengaja tatapanku bertemu dengan tatapan mata mas devan yang terlihat kaget
Mas devan segera menutup pintu kamar utama dan berlari menghampiriku dengan masih menggunakan jubah mandi
"Dya,, dya kamu pulang? Sejak kapan kamu sampai? " mas devan terlihat sangat gugup
"Sudah sejak tadi mas,, bahkan sampai kamu tidak menyadari keberadaanku yang melihat kalian sedang bercinta" ucapku dengan air mata yang sudah kembali berjatuhan
"Dya,, ini,, ini semua"
__ADS_1
"Iya mas,, kamu sudah berhasil menemukan Angel dan membawanya kemari"
ku doangakkan wajahku melihat langit langit berharap air mata ini berhenti keluar dan ku hembuskan nafas kasar sebelum ku lanjutkan kalimatku
"Itu artinya,, waktuku berada di sisimu sudah,, sudah habis" ucapanku terpotong karena menahan rasa sakit di hati
"Sandya ini enggak,,, "
"Cukup mas,, cukup. Apa yang aku lihat tadi itu sudah menjelaskan semuanya"
Tanpa mendengar alasan mas devan segera aku berlari masuk ke dalam kamar, ku lihat angel berdiri di depan pintu kamar dengan senyum mengejeknya
Hatiku semakin sakit di buatnya, ku banting pintu kamarku dan tak lupa segera ku kunci pintunya. Aku terduduk di sebelah tempat tidur aku menangis sejadi jadinya
Aku tidak bisa berfikir apapun lagi,aku menangis terus menerus mungkin sudah satu jam namun air mata ini tidak mau berhenti
Tiba-tiba ku rasakan sakit di perutku seperti kram,ku coba mengatur nafas dan perasaanku dan ku rebahkan tubuhku
"Maaf sayang, mama sampai melupakan kamu. Mama akan kuat, mama akan berusaha tidak bersedih lagi tapi kamu harus kuat juga ya"
Ucapku dengan mengelus perutku yang semakin terlihat
Setelah tenang ku lihat jam menunjukkan pukul 10 malam, aku memasukkan beberapa baju ke dalam koper kecil
besok aku harus pergi, ini bukan lagi tempatku
__ADS_1
ku rebahkan tubuhku, aku harus istirahat agar besok aku ada tenaga untuk pergi tapi sebelumnya ku telefon monic untuk minta tolong padanya