
Ku lihat mas devan yang menuruni tangga dengan menggendong Ray
"Maa,, maa "
"Mama"
"Mama" dengan mengulurkan kedua tangannya ingin berpindah padaku
"Mas stop disitu, coba biarin Ray jalan kesini"pintaku
"Kamu yakin? Kalau jatuh gimana? "
"Jatuh gak apa, namanya juga belajar jalan lagian Ray kan udah bisa jalan dikit dikit, kalau ray ngerangkak tolong di angkat biar berdiri" pintaku kembali
Mas devan pun melepas Ray dan menuntunnya untuk berjalan, berkali kali ku lihat Ray terjatuh bangun lagi, terjatuh dan bangun lagi terus seperti itu hingga beberapa saat kemudian Ray mulai berjalan meskipun belum 100% seimbang
Seketika langsung ku tangkap begitu Ray hendak melompat saat dekat dengan posisi dudukku
"Uuh pinternya anak mama ini ya, sini cium mama" ray pun memberikan kecupan manisnya di pipiku
Ting tong ting tong
(Anggep aja suara bell pintu hihi)
"Biar aku yang buka pintunya mas, kamu main sama Ray aja" dengan menyerahkan Ray pada mas devan
Aku pun berjalan mendekat ke arah pintu, begitu pintu terbuka langsung ku dapati Rian yang berdiri di depan pintu
__ADS_1
"Riaaan? Kamu koq bisa disini? Tau dari mana rumahku? Sama siapa kesini? " celinguk ku melihat sekitar namun sepi
"Saaa, aku tamu suruh masuk dulu kek,, malah di introgasi" ucapnya nyelonong masuk dan duduk di ruang tamu
"Halaaah gak disuruh masuk juga kamu udah nyelonong" ejekku
" anakmu mana? Oh ini ada sedikit bingkisan" dengan menyerahkan sekresek buah buahan
"Bentar ya, makasih loh oleh olehnya" akupun melenggang pergi menuju dapur
"Mas itu ada rian di depan mau ketemu Ray, aku buat minum dulu" ucapku
Setelah menyelesaikan hidangan untuk rian aku pun menuju ruang tamu tapi begitu sampai disana atmosfer yang kurasakan membuat sesak
"Ini minumannya, silahkan di nikmati" ucapku meletakkannya di atas meja namun hening, ku lihat satu persatu wajah mereka dan ku hembuskan nafas kasar
"Kalian ngapain pandang pandangan gitu? Apa kalian mulai menyadari adanya cinta yang tumbuh di antara kalian? " ejekku
"Sudah sudah sini kasih Ray ke aku" pintaku
"Rian koq kamu tau tempat tinggal kami? " tanyaku mengulang
" tadi aku ke kantor devan, katanya dia ambil cuti karena anaknya sakit ya udah aku minta alamatnya sama Rio"
"Oh iya mas, aku baru sadar kalau kamu gak kerja aku pikir ini weekend" ucapku
"Emang anak kamu sakit apa? "
__ADS_1
Mas devan menjelaskannya ada Rian, dapat ku lihat ekspresi rian yang se akan geram
"Sa, aku boleh kan main sama anak kamu? Oh namanya siapa ya? Lupa aku"
"Ray namanya" jawab mas devan singkat
"Ya udah ini, kalian bertiga main disini atau di ruang bermain Ray dan ingaaaat jangan berantem, jangan buat gaduh, main hati hati" tegasku se akan memperingati anak kecil sedangkan mereka hanya mengangguk
"Oh iya rian kamu makan siang disini aja, aku masak deh... Kamu mau makan apa? " tanyaku antusias
"Kamu bisa masak apa? " tanyanya balik
"Aku mah apa aja bisa, bentar ya aku ambil menu dulu" segera ku menuju ke dapur mengambil buku menu dan menyerahkannya pada rian
"Ini masakan menu indonesia semua ya, enak kayak di restoran nih"
"Iya lah siapa dulu, istri aku gitu" sombong mas devan
"Hm aku mau.....
.
.
.
.
__ADS_1
Mau kamuuuuuuu
Cie cieeee