Adakah Sedikit Cinta Untukku

Adakah Sedikit Cinta Untukku
Episode 161


__ADS_3

Setelah memberi kabar kepada monic aku segera menuju dapur


"Nyonya maaf tadi saya lanjutin masaknya soalnya saya pikir nyonya mau main sama tuan muda" jelas bi siti padaku


"Gak apa bi, ya udah kalau gitu saya ke depan aja "


"Iya silahkan nyonya"


Kembali ku arahkan kaki ku menuju ruang keluarga namun langkahku terhenti begitu melihat ruangan belajar yang sedikit terbuka, ku putar arah menuju ruang belajar


"Loh sayang kamu disini? " tanyaku karena melihat ray yang sudah duduk manis dengan buku tebalnya


"Kenapa ma? "


"Ini kan libur, kamu gak main aja sama adik kamu? " tanyaku dengan sudah duduk di sofa sebelahnya


"Tadi mau main ma, tapi adel dateng" ucapnya kesal


"Loh kenapa adel? "


"Dia rusuh kalau main ma, dia pasti ngerengek ngajak main rumah rumahan" jelasnya lagi dengan sudah memonyongkan bibirnya yang imut itu dan membuatku gemas


"Ya sudah Ray disini aja kalau gak suka main sama adiknya,, mau mama bawain cemilan? " tanyaku


"Boleh ma, makasih ma"


"Iya sayang" jawabku mengelus rambutnya lembut

__ADS_1


Aku pun berlalu ke dapur untuk mengambil makanan ringan untuk Ray, angelo dan juga adel


Setelah mengantarkan makanan segera ku duduk di depan tv menyaksikan film film korea kesayangan


"Sayang" panggilku dan segera berlari memeluk erat mas devan


"Kangen ya? " tanyanya menggoda


"Katanya pulang besok lusa, mas bohongin aku lagi ya? " kesalku


"Enggak koq, tapi emang kerjaanya lebih cepet selesainya" jalasnya lagi


"Ya udah ayo biar tak siapin air buat mandi" ajakku yang di ikuti mas devan


"Hmm,, anak anak mana sayang? " tanyanya sembari memeluk pinggangku dari samping


"Lagi main"


Setelah mas devan masuk ke kamar mandi aku pun menyiapkan pakaian santainya di atas tempat tidur, baru saja ingin keluar tapi panggilan mas devan mdnghentikan langkahku


"Sayaaang" panggilnya dari ambang pintu dengan hanya menampilkan setengah wajahnya


"Kenapa mas? " tanyaku setelah memutas badan


"Tolong ambilin handuk"


"Loh di kamar mandi kan udah di siapin"

__ADS_1


"Tadi jatuh, terus basah" jelasnya


Aku pun berjalan ke arah lemari mengambil handuk baru dan menyodorkannya ke arah mas devan, namun bukannya menarik handuk malah tanganku yang di tariknya sehingga tubuhku tertarik masuk sepenuhnya ke dalam kamar mandi


"Aw mas ngapain sih? " tanyaku namun mas devan malah mengunci pintu kamar mandi dan mendorong tubuhku hingga membentur kaca penghalang tempat shower


Tanpa mengatakan apapun mas devan mencium lembut bibirku, awalnya aku begitu kaget namun setelahnya aku mulai mengimbangi ciumannya


Ciuman lembut itu berubah menjadi sangat kasar dan menuntuk membuatku semakin susah bernafas, menyadari itu mas devan melepas ciumannya namun segera merobek habis baju yang ku kenakan


"Maas, pelan" ucapku melihat tingkah mas devan itu


"Bukannya kamu lebih suka yang kasar" bisiknya padaku membuatku malu


Setelah mas devan merobek semua yang ku kenakan.....


.


.


Jangan Lupa like dan koment yaaa


Sebenernya author bingung ini mau di tamatin terus nulis cerita baru atau ini lanjut aja?


Tolong sarannya ya readers, karena jujur bingung aku tuh hehehe


Makasih yang sudah sedia mampir kemari

__ADS_1


Semoga kalian tetap suka ya sama karya ku


Maaf kalau banyak tipo


__ADS_2