
"Eh sandya kamu harus hati-hati jaga suami, kamu tau aku punya temen dia itu menikah karena di jodohkan oleh ibunya. Dia itu cerita ke aku kalau dia masih mencintai mantan tunangannya yang entah pergi kemana dan lebih parahnya dia hanya menjadikan istrinya itu sebagai pemuas nafsunya saja. Jika dia tidak sedang menginginkannya maka dia akan mengacuhkannya"
"Yang bener sayang? Jahat banget sahabat kamu itu ya? " emosi monic yang mendengarnya
Mereka asik membahas soal teman steve dan aku hanya memikirkan apa yang steve ceritakan sama sepertiku, jangan bilang ituu....
" steve" panggilku
Seketika steve dan monic menatapku bingung
"Kalau temanmu tidak mencintainya kenapa dia harus tetap mempertahankan pernikahannya? Atau kenapa dia terus menginginkan untuk tidur dengan istrinya" tanyaku menyelidik
"Hmm kemaren sih aku tanya, dia bilang entah sejak kapan tubuh istrinya itu seperti candu untuknya. Mungkin temanku sudah mulai mencintainya tapi belum menyadari perasaanya sendiri"
Aku berpamitan pulang lebih dulu kepada mereka karena perasaanku sudah tidak tenang
Sesampainya di rumah aku hendak masuk kamar namun langkahku terhenti begitu aku tidak sengaja melihat kunci yang masih tergantung di pintu kamar yang mas devan larang untuk aku masuki
Aku melangkah perlahan mendekati kamar tersebut, aku penasaran apa yang ada di dalam kamar itu. Ku pegang gagang pintu kamar tersebut dan ku beranikan diri untuk membukanya
Begitu kamar terbuka aku di buat kagum dengan interior kamar ini, sangaaat mewah
__ADS_1
tapi kenapa kamar ini di kunci?
Namun seketika rasanya dadaku terasa sesak begitu mendapati foto dengan ukuran yang sangat besar terpajang di dinding sebelah tempat tidur
Itu foto mas devan dan angel, seperti foto prewed mereka terlihat serasi
Jadi kamar ini..?
" sandyaaaaa " teriak mas devan yang sudah berdiri di pintu
"I,, ini alasan mas devan mengunci kamar ini"
Tanyaku serak karena sudah menangis sesegukan
".... "
"Kenapa? Ini kamar yang udah di desain khusus untuk kalian? Kamu masih berharap angel balik dan kalian akan nikah terus nempatin kamar ini? "
Aku sudah benar benar emosi di buatnya
__ADS_1
Mas devan hanya diam tanpa berniat untuk memberiku penjelasan sedikitpun mata mas devan sedikit memerah
Aku berlutut di depan mas devan dengan masih menangis, ku lihat mas devan kaget melihatku seperti itu
"Aku mohon mas, aku mohon cerain akuu"
"Apa apaan ini dya? " marah mas devan
"Apa apaan kamu bilang mas? Kamu yang apa apaan!! Kita nikah udah hampir setahun mas, sedikit aja apa pernah kamu mencintaiku walau hanya sedikit! Apa salah aku maaas? Apaaaa? Selama ini kamu nyakitin aku, kamu selalu mengabaikan perasaan aku, aku masih selalu berharap kamu bakal buka hati kamu buat aku, tapi nyatanya? Aku mohon cerain aku mas, kamu akan bebas mencari angel"
"Enggak dya enggak aku enggak bakal cerain kamu" tegas mas devan yang juga menangis
"Kenapaa? Belum cukup kamu nyakitin aku? Aku benci kamu mas"
Aku berlari keluar dari kamar itu dan segera menuruni tangga, lagi lagi aku di buat kaget dengan kehadiran orang yang aku kenal
Stevee!!
Mas devan sudah berdiri di belakangku dan menarik tanganku namun aku hempaskan begitu saja
"Steve, jadi teman yang......
__ADS_1