Adakah Sedikit Cinta Untukku

Adakah Sedikit Cinta Untukku
Episode 113


__ADS_3

"Kenapa sayang? " mas devan bingung melihatku kesal


"Gak apa apa koq"


***


"Sayang kalian pulang? " sapa mama yang sedang duduk santai di ruang tamu


"Iya ma" jawabku


"Ray tidur? Sini biar mama yang antar Ray ke kamarnya"


Mamapun pergi menuju kamar Ray setelah mengambil alih ray dari mas devan sedangkan aku dan mas devan pun pergi ke kamar kami.


setelah selesai membersihkan diri kami duduk santai sambil mengobrol di tempat tidur


Drrrttt drrrt


"Sayang Angel nelfon lagi, kamu aja yang jawab" pinta mas devan dengan menyerahkan ponselnya sedangkan aku hanya menuruti


"Iya"


"Koq kamu lagi yang jawab telefonnya? " dengan nada kesalnya


"Ya kan aku istrinya, emang ada masalah? "


Jawabku ketus sedangkan mas devan hanya nenatapku bingung

__ADS_1


"Aku mau bicara sama devan, dimana dia? "


"Mas devan ada di sampingku, dia tidak mau bicara padamu" jelasku singkat


Angel terus mengoceh sedangkan aku sudah tidak bisa fokus karena tangan mas devan yang sudah menyusup dan bermain di balik piyama tidurku


"Maash,, berhenti dulu,,, " pintaku dengan nafas tak beraturan karena mas devan yang sudah bermain di leherku


"Haloo, kamu dengerin aku gak sih? " bentak Angel yang di dengar mas devan


Mas devan langsung mengambil alih telefon yang ku pegang tadi


"Kamu ngapain sih nelfon terus, ganggu kesenangan orang aja" bentaknya yang langsung mematikan panggilan tersebut


mas devan pun melanjutkan aksinya itu hingga ruangan yang tadinya dingin menjadi begitu panas


"Mas duluan aja, badanku masih sakit semua" ucapku tersengal sengal


"mau mas angkat? " dengan tangan yang mulai meraba raba


"Maas sana mandi duluan aku mau tidur dulu bentar" tapi tiba-tiba mas devan sudah mengangkat tubuhku menuju ke kamar mandi


Kembali acara mandi yang harusnya hanya 30 menit paling lama menjadi satu jam setengah, aku keluar dari kamar mandi dengan wajah cemberut sedangkan mas devan senyum sumringah seakan menang undian miliaran


"Sayang kenapa cemberut gitu? " tanya mas devan tanpa dosa sedangkan aku hanya duduk di depan meja rias


".... "

__ADS_1


"Koq diem gitu sih? " tanyanya kembali dengan memijit bahuku pelan


"Mas itu kayak puasa berapa bulan aja, badanku sampek kayak patah tulang" dengusku kesal


"Bukannya mas memang puasa 5 hari sayang? " dengan senyuman liciknya


"Ya kan bisa di cicil, jangan sekaligus gitu badanku sakit semua"


Cup


Ciumnya singkat di bibirku lembut


"Kamu istirahat biar mas ambilin makan malam"


"Ini udah jam 9 malam mas, entar aku gemuk makan jam segini" protesku kembali


"Mau kamu gemuk, mau kamu kurus mas tetep cinta sama kamu. Gak usah mikirin gendut atau kurus buat mas yang penting kamu sehat itu udah lebih dari cukup" jelasnya dengan berjongkok di samping tempat duduk meja riasku


Senyum mengambang di wajahku mendengar kalimat romantis mas devan itu


"Sayang, abis aku makan tolong bawa Ray kesini ya, dia belum minum Asi dari tadi" pintaku


"Iya cintaku" jawabnya sebelum kembali mencium bibirku singkat


Aku hanya menggeleng dengan senyuman yang masih merekah indah di wajahku, aku kembali merebahkan tubuhku di atas tempat tidur karena memang lelah dan saat ini rasanya aku hanya butuh tidur dan tidur


Hingga suara pintu terbuka kembali terdengar di indra pendengaranku yang membuatku mau tak mau harus membuka mata

__ADS_1


__ADS_2