Adakah Sedikit Cinta Untukku

Adakah Sedikit Cinta Untukku
Episode 119


__ADS_3

"Hmmm bentar, aku boleh liat produkmu dulu gak? Foto gitu? Atau apalah temanya biar aku bisa cocokin ke modelnya" pintaku


"Wah kamu hebat juga ya sa, kamu bisa cari model dengan mencocokkan produk juga" pujinya


"Iyalah istri siapa dulu" sahut mas devan yang tadi sempat diam


"bentar ya, naaah ini foto fotonya" dengan menunjukkan foto foto pakaian yang menurutku bagus ya memang produk perusahaan Rian tergolong deretan merk ternama


"Ok udah, sekarang foto modelnya"


Kembali rian memperlihatkan deretan foto yang sebelumnya sempat aku lihat walaupun belum semua


"Hmm ini gak cocok, terlalu imut,,, yang iniiiii juga gak cocok kayaknya,," komentarku sendiri


Beberapa saat kemudian


"Aaaaaaa" seketika mas devan, Rian, bahkan pengunjung yang sedang makan pun kaget mendengar teriakanku untung saja tidak terlalu ramai pembeli di tempat makan ini


"Maaf maaf" ucapku pada pengunjung lain


"Riaan" pukulku pada lengannya


"Apa sih sa? Sakit tau" bohongnya


"Ini apaa? " kembali ku memarahinya dengan menunjukkan sebuah foto



"Oh itu, siapa ya namanya lupa" sembari menggaruk pelipis matanya

__ADS_1


"Riaaann, dia ini Park chanyeoul" marahku lagi


"Nah itu kamu tau namanya, ngapain nanya aku? " jawabnya polos sedangkan mas devan yang sudah melihat foto nya dan menyadari keadaan hanya menggeleng geleng tertawa


Matilah kau rian


Mungkin kalimat itu yang terucap di benak mas devan


"Aku gak nanya namanya Rian, tadi kamu bilang gak kenal"


"Ya kan tadi kamu gak nanya aku kenal park chanyeoul apa enggak? "


"Emang kamu kenal dia? " tanyaku lagi


"Enggak sih cuma beberapa kali ketemu, dia model di perusahaanku untuk merk jam tangan"


"Iiiihhh rian" dengan memukul kembali lengannya


"Oh masak? Aku gak tau sih,, aku cuma tau EXO itu boy group nyanyi gitu tapi gak tau siapa aja" jelasnya santai


"Hmmm ya udah, kapan kamu balik korea? " tanyaku lembut


"Kenapa? Kamu ngusir? "


"Iiish, buruan ke korea abis itu mintain aku tanda tangan chanyeoul bilang sama dia ada salam dariku kalau bisa tanda tangan semua member juga boleh, atau sama..


"Stop stop, saa kamu itu ya... Kamu aja sana sendiri ketemu dia masak aku yang harus minta kan aku cowok entar dikira... "


Aku hanya diam menunduk tanpa berniat untuk menjawab rian sepatah katapun

__ADS_1


Aku harus berhasil acting sedih biar rian mau bantuin aku dapet tanda tangan chanyeoul


Aku masih setia menundukkan wajahku melihat hal itu kini mas devan yang angkat bicara


"Udahlah rian kamu turuti aja kemauan istriku, tega banget kamu buat dia nangis gini. Baru juga kita baikan apa kamu mau kita berantem lagi kayak dulu? " bela mas devan dengan mengelus punggungku lembut


Terdengar Rian menghela nafas dalam dalam


"Hm ya udah iya iya, nanti aku mintain"


"Haa beneer? " refleks aku mendongakkan wajahku


"Kamu gak nangis sa? " tanya rian


"Kamu ngarepin aku nangis ha? Ya udah makasih ya rian baik hati"


"Di kibulin aku" cemberut rian


***


Saat memasuki rumah aku dan devan kaget karena melihat mbak rani yang berlari kesana kemari


"Mbak mbaaak" panggilku


"Eeh nyonya"


"Kenapa? " tanyaku balik


"Itu nyonya tuan muda Ray nangis, dikasih susu gak mau, mainan yang di kasi juga di buang" jelasnya

__ADS_1


Mas devan yang mendengar itu langsung berjalan cepat menuju kamar Ray


__ADS_2