
Aku segera beranjak bangun dan menuju kamar Ray, ku lihat ray yang sudah terlelap dalam tidurnya tanpa menunggu lama segera ku rebahkan tubuhku di samping ray tidur dan tanpa sadar seseorang di tempat lain sedang sibuk mencariku
Aku terbangun karena merasa ada pergerakan kecil di sebelahku dan membuatku segera membuka mata
Mas devan? Koq disini?
"Maas,,, mas" tepukku pada punggung tangan mas devan yang melingkar di perutku
"Hmm" bukannya bangun mas devan malah semakin membenamkan wajahnya di tengkuk leherku
"Maas banguun" kesalku dan mas devan segera duduk namun dengan mata yang masih terpejam
"Ayo kita kembali ke kamar, mas siap siap berangkat kerja" ajakku menarik tangan mas devan yang masih setia menutup matanya namun ikut berjalan di belakangku
Brukkk,,,, Awww
Teriakan mas devan langsung membuatku menoleh ke belakang dan terlihat mas devan memegang keningnya karena bertabrakan dengan tembok sebelah pintu
"Hahahahahahaahaha" tawaku mengelegar seisi rumah sedangkan mas devan masih meringis mengusap keningnya
"Mas makanya kalau jalan liat liat, malah tutup mata hahahahah" kembali ku tertawa karena melihat dahi mas devan yang sudah benjol
"Sayang koq aku di ketawain sih? Sakit tauu" cemberutnya
"Uuh kasiann,,, sini sini aku tiup" panggilku dan mas devan segera menghampiri meminta untuk di tiup
__ADS_1
"Huuufff huufff ( anggep aja suara tiupan gengs),, udah udah ayo cepetan ke kamar, mas harus siap siap"
****
Kini usia kandunganku sudah beranjak lima bulan, aku dan mas devan sengaja tidak ingin tau jenis kelaminnya karena ingin menjadi kejutan saat lahir nanti
Mama masih sibuk di singapura karena juga membuka cabang restoran disana, kak danisha? Kak danisha sudah pindah tinggal di Los Angel dan juga sudah memiliki tiga anak yang lucu lucu
Untuk rian ia pindah tinggal di korea, ke indonesia hanya tiga bulan sekali atau enam bulan sekali
Ardi,, ardi baru saja menikah dengan wanita asal negara jiran dan pindah ikut istrinya
Untuk steve dan monic baru kembali dari jepang, awalnya mereka tinggal bersama di jepang karena pekerjaan steve yang mengharuskan pindah ke jepang namun sebulan yang lalu mereka kembali ke indonesia dan tinggal di kompleks perumahanku
"Monic? Udah lama? "
"Em baru lima menitan koq, kamu habis periksa kandungan ya? "
"Hm iya, ayo masuk ngapain duduk di luar gini" ajakku
"Sayang pelan pelan jalannya" tegur mas devan dari arah belakang
"Oh iya lupa mas, maaf" cengirku
Mas devan berlalu ke kamar sedangkan aku dan monic duduk di ruang tamu
__ADS_1
"Sa, gimana kandungan kamu? Baik kan? "
"Alhamdulillah nic semuanya baik"
"Sayang, mas langsung ke kantor ya" pamitnya seraya mencium keningku kilas
"Hati-hati mas,,, jangan lupa nanti jemput ray di tempat les" ucapku mengingatkan
"Siap nyonya"
Monic melihat itu hanya tersenyum
"Sa,, aku bersyukur sekarang kamu hidup bahagia"
"Alhamdulillah nic,, hmm kamu ada apa? Ada masalah ya? " tanyaku menyelidik karena sedari tadi wajah monic seperti menyimpan beban
"Hmm iya sa" jawabnya dengan menunduk dan meremas jari jarinya
"Kenapa? Kamu bisa cerita ke aku" sembari mengelus lengan atasnya
"Aku,,, aku hamil sa" jawabnya ragu
"Lalu? " tanyaku kembali dan wajah monic sudah banjir air mata
"Steve,, steve gak... Dia.. Hiks hiks"
__ADS_1