
mas devan berjongkok di depanku mengankat sebelah kakiku dan mulai bermain di tempat favoritnya itu
"Aah maaass,,, aku gak kuat" teriakku dan mas devan kembali berdiri mencium leherku rakus
"Maass ayoo,,, cepet " racau ku karena mas devan hanya memberikan kecupan singkat di leherku
"Aaaakh" pekikku setelah tiba tiba kadua jari mas devan menerobos masuk ke tempat favoritnya itu
Mas devan mempercepat gerakan jarinya yang membuatku mencapai pelepasan kedua
"Sayang, dari belakang ya" bisiknya padaku yang sudah tak kuat berdiri karena kaki terasa lemas
Mas devan mengarahkan ku untuk berbalik arah berpegangan pada wastafel
"Aaakh" pekikku karena mas devan langsung menghentakkannya dalam satu kali hentakan
Kejadian panas pun terjadi di dalam kamar mandi, namun bukan hanya sekali dua kali dan yang membuatku kaget saat mendengar suara angelo memanggil dari dalam kamar
"Mamaaa" teriaknya dengan suara cemprengnya itu
"Maash,, itu angelo manggil,, udah dulu lah" pintaku
"Nanggung sayang,, ini udah sampek pertengahan" jelasnya dengan masih penyatuan tubuh di atas closet duduk
"Mama " teriak angelo lagi
"Mas" panggilku namun mas devan semakin menghentakkan kejantanannya yang membuatku menutup mulut agar tidak mendesah takut di dengar angelo
Terdengar angelo menutup pintu kamar yang membuatku segera melepas tangan yang menutup mulutku
__ADS_1
"Aah eemmh,,, masssh ah aakuh" racauku saat akan pelepasan namun mas devan malah mencabut kejantanannya
"Eemmh,, maash ayoo selesain dulu" racauku yang sudah di balut hasrat namun mas devan tersenyum licik
Mas devan kembali membalik tubuhku namun hanya menggesek gesekkan kejantanannya yang masih tegang itu
"Maash,,, eemmhh"
Mas devan kembali duduk di tempat awal membuka lebar kakiku dan mengarahkan pinggulku lalu
Jleeb aaakh
"Masssh,, pelan kenapa" kesalku namun lagi lagi mas devan hanya tersenyum
Mas devan mengangkat pinggulku dan kembali menariknya secara perlahan namun karena pelepasan yang tertunda membuatku mempercepat gerakannya
"Aaaaaakkh,,, " teriakku dan mas devan setelah pelepasan kami bersamaan
Setelah mengatur nafas beberapa waktu aku pun di bantu mas devan untuk mandi
"Sayang, kamu istirahat aja biar anak anak aku yang jaga" ucap mas devan setelah melihatku merebahkan tubuh di atas tempat tidur
Rasanya hanya untuk membuka mulutpun aku tak sanggup
***
"Sayang bangun,, makan malam udah siap" panggil mas devan
"Sayang" panggilnya lagi
__ADS_1
"Eemm"
"Ayo makan malam dulu" ajaknya
"Bentar mas"
"Ya udah kamu tidur aja dulu mas mau nemenin anak anak makan" ucapnya yang membuatku langsung membuka mata
"Aku ikut mas" pintaku karena tidak ingin melewatkan makan malam bersama keluarga kecilku ini
Se sampainya di meja makan ku lihat ketiga bocah kecil yang sepertinya berdebat entah mengenai apa
"Anak anak kalian lagi ngapain? " tanyaku yang menarik kursi dan duduk
"Mama kak lay malahin ndelo,, " adunya
"Kenapa sayang? " tanyaku mengelus lembut kepala angelo
"Aunty tadi kak ndelo tanya ke kak lay toal temut" jelas adel yang membuatku semakin bingung
"Maksudnya gimana sayang? "
"Ma, tadi ndelo tanya temut itu unya codala ndak? Unya mama papa ndak? Telus ata kak lay unya"
"Terus? " tanya mas devan yang mulai ikut bingung
"Ndelo tanya lagi, imana temut isa kenal codalanya tan temut mukanya tama temua tapi kak lay malah" jelasnya yang membuatku dan mas devan tertawa
"Sudah sudah jangan berantem lagi, sekarang makan" perintah mas devan tegas agar mereka tidak bertengkar lagi
__ADS_1