
Panggilan seseorang padaku membuatku terusik dari mimpi indah
Ku kerjapkan berkali-kali mataku dan ku lihat aya berdiri di sebelahku
" ayoo bangun sa, katanya mau belanja" kesal aya padaku
Aku hanya membalikkan tubuhku membelakangi aya dan memeluk guling di sampingku.
Kurasakan tangan aya yang terus mengguncang tubuhku
"Ayooo saaa buruan bangun nanti keburu panas, entar kamu ngeluh kalo keburu siang"
Seketika aku membuka mataku, ku lirik jam di dinding menunjukkan pukul 9.20 WITA
Segera aku bangun dan beranjak ke kamar mandi.
Kami berangkat ke pusat perbelanjaan terdekat sekitar jam 10.01 pagi dengan berjalan kaki dan waktu yang kami butuhkan untuk sampai sekitar 7 menit.
****
Sesampainya di pusat perbelanjaan aku dan aya memegan keranjang masing-masing, kupilih banyak snak dan minuman botol sedangkan aya bertugas mengambil mie instan, sayur, buah dan lain-lain.
Setelah dirasa cukup aku dan aya menuju kasir, aku dan aya cukup kaget karna kami menghabiskan sekitar 500rb hanya untuk makanan.
Yang membuat kami menyesal adalah kami berbelanja dengan sangat banyak tapi kami lupa jika kami berjalan kaki sehingga kami begitu keropotan membawanya
Jarak yang harusnya kami tempuh 7 menit menjadi 10 menit karna kami harus berhenti jika di rasa lelah.
__ADS_1
Sampai di kost kami hanya menaruh semua barang di sebelah lemari TV tanpa berniat membukanya karena kami sudah sangat lelah.
"Aay,, kita lupa gak beli makan siang tadi " ucapku dengan masih rebahan di depan TV
" namanya juga ribet bawa barang, mana inget "
" kita istirahat 5 menit setelahnya kita beli nasi campur aja di depan"
"Hmmm" jawab aya yang sedang menata makanan ke dalam kardus karena kita tidak punya rak penyimpanan
***
" sa, besok kamu ada rencana kemana? " tanya aya dengan masih mengunyah nasi di mulutnya
"Hm besok aku ada janji sama kak refan, dia mau ngenalin ke cewek yang lagi di sukai" ujarku
"Owh kak refan udah nemu cewek yang dia mau? " tanya aya kembali
"koq bisa minta pendapatmu? Soal sifat, apa fisik? "
" soal sifat" jawabku singkat
"Owwh pantes"
Setelah menyelesaikan makan aya bersiap untuk berangkat kerja sedangkan aku sibuk membalas chat dari orang yang tidak terduga.
Ku lihat pesan masuk yang pertama dari kak refan dan yang kedua dari pak bagas
__ADS_1
Pak bagas? Kenapa dia chat aku?
Ku balas chat kak refan yang menanyakan soal rencana kita besok setelah perbincangan via chat dengan kak refan selesai baru ku balas chat dari pak bagas
" Assalamualaikum, sa lagi ngapain?
Isi pesan pak bagas padaku
" Waalaikumslam, lagi nonton Tv "
Tak butuh waktu lama untuk pak bagas membaca pesanku, sepertinya dia memang menunggu chatku karna begitu pesan masuk langsung berubah tanda biru
" sudah makan? "
" sudah pak"
" jangan panggil bapak kalau lagi chat atau kita lagi berdua"
seketika alismu berkerut membaca balasan pesan pak bagas, aku mencium bau-bau niat tersembunyi di balik kata tersebut.
Sepertinya pak bagas berniat untuk mendekatiku, di lihat dari sikapnya beberapa hari kemarin itu sudah menunjukkan niatnya.
Bisa di bilang ke pedean, tapi setelah di tinggal mas andre entah kenapa untuk hal ini aku begitu sensitif dan bisa membaca gerak-gerik yang seperti itu dan kebanyakan dari perkiraanku benar.
" terus saya harus panggil bapak apa? "
" panggil sajaa.....
__ADS_1
Di tunggu next ya
Jangan lupa like 😘