
"Kamu mau makan apa sa? Biar aku ambilin "
"Aku gak mau makan ini"
"Haaa? Terus kamu maunya apa? " tanya mas devan dengan masih nada lembut
"Aku mau nya ayam betutu"
Terdengar mas devan menghembuskan nafas kasar aku takut ia akan kembali marah seperti dulu tapi mau gimana memang saat ini aku maunya ayam betutu
“Kamu mau makan apa sa? Biar aku ambilin “
“Aku gak mau makan ini”
“Haaa? Terus kamu maunya apa? “ tanya mas devan dengan masih nada lembut
“Aku mau nya ayam betutu”
Terdengar mas devan menghembuskan nafas kasar aku takut ia akan kembali marah seperti dulu tapi mau gimana memang saat ini aku maunya ayam betutu
Ku beranikan diri untuk melirik mas devan sedikit, mas devan hanya menatapku dalam diam mungkin sedang memperhatikanku
“Baiklah mas akan suruh orang untuk membelinya” dengan memperlihatkan senyum yang hangat
“aku maunya mas yang beli, bukan orang lain” ucapku takut
__ADS_1
“hmm ya udah kamu tunggu disini jangan kemana-mana”
Aku hanya mengangguk dan mas devan pun berlalu
Aku memilih menonton tv di ruang tengah demi menghilangkan rasa bosan
***
Sekitar 15 menit mas devan sudah kembali dengan membawa tentengan kresek dan langsung menuju dapur
“Saa, ini makan dulu” dengan menyerahkan piring berisi ayam betutu utuh
Ku ambil alih ayam betutu dari tangan mas devan dan langsung menyantapnya dengan masih fokus ke acara TV
Tanpa terasa ayam betutu itu pun habis tak bersisa hanya meninggalkan tulang ayam di atas piring
Tanpa berniat untuk bertanya langsung ku berikan piring bekas makanku pada mas devan, bukan tidak curiga tapi sangat curiga yang aku rasakan mengenai sikap mas devan
Bagaimana tidak hari terakhir aku di rumah mas devan yang kurasakan benar-benar kecewa melihat mas devan begitu mempercayai dan membela Angel
Bahkan mas devan tidak melihatku sedikitpun namun sikapnya saat ini benar benar berubah
Apa mas devan berubah karena aku sedang hamil? Apa dia hanya menginginkan anakku?
Enggak,,, enggak boleh,,, mas devan enggak boleh misahin aku sama anak ini
__ADS_1
***
Hari berlalu begitu cepat dan hari ini adalah jadwal penerbanganku dan mas devan kembali ke jakarta, penerbangan kami pukul 15.00 sore tap dari jam 12.10 kami sudah berada di bandara
Aku sengaja meminta mas devan untuk datang lebih awal ke bandara karena aku berencana untuk bertemu dengan rekan kerjaku dulu
Aku menemui rekan kerjaku dan juga indira di st*rbuck, sebenarnya hari ini indira libur tapi demi menemuiku ia rela datang ke bandara
coffe shop ini menjadi ramai karena teman temanku yang sangat berisik, berbagai hal yang kami bahas mulai dari masa lalu kami saat bekerja bersama hingga cerita mereka mengenai gosip terbaru di kantor
Pukul 14.01
"Saa, kamu print aja boarding pas terus masuk aja dulu ke gate.. Mas masih meeting"
itu lah isi pesan yang mas devan kirim padaku tanpa ada niat untuk membalasnya
karena jam istirahat teman teman ku juga sudah berakhir akhirnya aku memutuskan untuk print boarding pas di temani indira
setelah mengantarku print boarding pas indira pamit untuk pulang karena dia ada janji dengan pacarnya, baru beberapa langkah aku meninggalkan area checkin counter tiba-tiba aku di kagetkan oleh..........
Oleh siapaaa yaaaaaa
Jangan Lupa like yaaa
Supaya makin semangat nulisnya
__ADS_1
Makasih