
Tok tok tok
Tok tok tok
"Mmm ngapain ketok pintu tengah malam gini? " pikirku sendiri setelah melihat jam di dinding menunjukkan pukul sepuluh lewat empat puluh menit
Ku coba bangun dari tidurku dan mengenakan luaran kimono baju tidur, terlihat mas devan masih terlelap
"keluar kamuu perempuan si**an,, jangan sembunyi, apa kamu takut haahhh? "
Itu lah samar samar cacian yang terdengar di telingaku begitu aku membuka pintu kamar tidur
"Kenapa bi? " tanyaku yang masih mengantuk
"Itu nyonya, gak tau itu siapa di luar dia teriak teriak sambil marah marah mau ketemu nyonya" jelas bi inah padaku
Aku sempat terdiam sebentar namun segera lu langkahkan kaki untuk menemui tamu yang berada di ruang tamu itu namun tak lupa menutup pintu kamar terlebih dahulu
__ADS_1
Saat kaki ku melangkah menuruni tangga dapat ku lihat seorang wanita hamil yang sudah di kelilingi pihak keamanan, bahkan sampai ART pun ikut bangun semua
"Bi inah, tolong suruh ART istirahat kembali dan jangan lupa suruh dua orang berjaga di kamar anak anak takut ada yang bangun karena keributan ini, jangan biarkan mereka keluar kamar" pintaku di pertengahan anak tangga dan bi inah pun menyuruh ART untuk kembali
Setelah mulai lenggang ku langkahkan kembali kaki ini untuk menghampiri wanita tersebut yang sudah sangat marah namun masih di jaga oleh pihak keamanan
"Silahkan duduk" ucapku sambil mendaratkan bo**ng di sofa yang empuk dengan nuansa abu tua itu
"Tidak usah basa basi, aku kesini bukan untuk bertamu" culasnya padaku
"Mbak nya lebih baik duduk dulu, minum air biar sedikit tenang,, bii tolong ambilin minum" pintaku pada ART yang standby di ruangan ini
"Mbak, mbak kan lagi hamil gak baik loh kalau teriak teriak gitu" ucapku tenang bahkan sangat tenang karena sepertinya aku tau perempuan yang sedang mengamuk ini siapa
"Diam kamuu,,, kamu keluar berpakaian seperti itu untuk apa haa? Mau menggoda siapa? " tunjuknya padaku
"Loh mbaknya harusnya mikir juga, mbak bertamu kerumah saya di jam berapa? Ini waktunya orang tidur, kalau mbaknya gak teriak teriak mungkin saya masih sempet ganti baju atau dandan dulu kali" ledekku
__ADS_1
"Tidak usah mengaturku,, perempuan j***ng seperti kamu tau apa haa? "
"Setidaknya saya tau sopan santun, bagaimana harus bersikap jika sedang bertamu atau waktu yang tepat untuk bertamu" ledekku kembali dengan sangat tenang dan lembut
"Ciih asal kamu tau ya, aku ini istrinya Refan kamu jangan macem macem jangan harap kamu bisa goda dia atau merebutnya dariku!! " emosinya kembali
"Siapa yang mau di rebut? " tanya mas devan yang sudah berdiri di tangga hendak turun sedangkan wanita itu menatap mas devan seperti tatapan lapar
Aneh banget, bukannya dia udah bersuami terus ngapain ngeliatin suami orang sampek segitunya? Awas aja ileran tuh mulut
Pikirku kesal
"Mbak, siapa yang mau di rebut dan siapa yang mau ngerebut? " tanya mas devan yang sudah duduk merangkul bahuku dan mengagetkan wanita itu
"Kamu siapa? " tanyanya bingung
"Aku? " tunjuk mas devan pada dirinya sendiri yang langsung di angguki oleh wanita asing ini
__ADS_1
Jangan lupa likenya
Makasih