Adakah Sedikit Cinta Untukku

Adakah Sedikit Cinta Untukku
Episode 148


__ADS_3

Namun tiba-tiba ku rasakan pusing yang amat berat dan..


BRUK..


Ku dengar teriakan rio samar samar, namun seketika suara itu menghilang


***


Uggh keluhku


"Sayang,,, sayang kamu sadar? " tanyanya


"Aku dimana? "


"Kamu di rumah sakit, tadi tiba-tiba aja kamu pingsan"


"Pingsan? Aku sakit apa? " tanyaku yang sudah siap untuk duduk


"Kamu gak sakit, tapi disini ada buah cinta kita" jelasnya mengusap lembut perutku


Aku hanya diam mencerna kalimat mas devan yang belum ku pahami


"Maksudnya? " tanyaku balik


"Disinii ada adiknya Ray" jelasnya yang masih mengelus perutku lembut


Segera ku menutup mulutku tak percaya, kembali air mata ku mengalir namun air mata kebahagian,,, mas devan memelukku erat


"Sudah berapa bulan? " tanyaku dengan isakan tangis


"Dokter bilang masih 5 mingguan, tapi dua minggu lagi kamu harus cek kandungan"

__ADS_1


"Kenapa gak sekarang? " tanyaku bingung


"Kondisi kamu masih lemah sayang, jadi harus istirahat di rumah dulu" jelasnya lagi padaku dan melepas pelukan kami


"Kapan aku boleh pulang mas? " tanyaku


"Sekarang kita pulang ya,, mama dan ray sudah nunggu kita di rumah"


Aku hanya mengangguk mengiyakan


***


"Assalamualaikum" salam ku dan mas devan saat memasuki rumah


"Waalaikumsalam naak,,, kamu gimana keadaanya? Ada yang sakit? Terus apa kata dokter? Sini sini duduk cepetan jangan lama lama berdiri " tanya mama yang sudah panik dan tentu pertanyaan itu membuatku pusing harus menjawab yang mana dulu


"Maa, satu satu nanyanya,,,, istriku bingung kan" tegur mas devan lembut


Aku hanya tersenyum melihat reaksi mama yang sangat menghawatirkan ku


"dya gak apa apa ma" jawabku dengan senyuman yang manis


"Menantu mama ini sehat koq, tapi.... " ucapan mas devan sengaja di gantung agar mama penasaran


"Tapi apa van? " seperti dugaan mama terlihat kesal dengan sikap mas devan


"Tapi harus bener bener istirahat, gak boleh capek, gak boleh stress, gak boleh telat makan" jelas mas devan


"Loh emang kamu kenapa? " tanya mama kembali padaku dan aku hanya tersenyum


" istriku lagi hamil cucu mama" jawab mas devan yang membuat mama kaget dan menghambur memelukku erat

__ADS_1


"Maa,,, jangan erat erat, dya gak bisa nafas" ucapku dan mama langsung melepas pelukannya


"Maaf maaf sayang,,, mama terlalu seneng" ucapnya mengenggam erat kedua tanganku


"Mamaaa" teriak bocah kecil dengan menuruni tangga


"Sayang" segera ku berjongkok mensejajarkan tinggiku


Ray berlari menghambur memelukku erat,,


"Anak mama ini tumben, kenapa sayang? " tanyaku


"Nenek bilang mama sakit, mama sakit apa? " tanyanya lembut


"Mama gak sakit koq sayang, kamu khawatir sama mama ya? " tanyaku dan Ray hanya menganggu, kembali ku peluk ray hangat


"Sayang, ayo bangun jangan jongkok di lantai nanti kamu masuk angin" pinta mas devan padaku dan membantuku untuk segera bangun


"Sayang, sini papa gendong" tawar mas devan


"Gak ah, Ray kan sudah besar gak mau di gendong" ucapnya memegang tanganku lembut


"Ayo ma" ajaknya padaku untuk duduk di sofa


"mama sakit apa? " tanyanya kembali padaku


"mama gak sakit sayang" jelasku


"Kenapa mama di bawa ke rumah sakit? " tanyanya polos


"Nak, mama kamu gak sakit tapi mama sedang lelah karena mama sedang hamil" jelas mama pada Ray

__ADS_1


"Mama hamil? Berarti Ray akan punya adik? " tanyanya dengan mata berbinar dan aku hanya mengangguk


__ADS_2