
Ku ambil buku tersebut dan ku buka perlahan
Halaman 1
Sa, aku bagas suka sama kamu
Halaman 2
Suka pada pandangan pertama
Halaman 3
Maukah kamu menjadi kekasihku?
Halaman 4
Kekasih yang mempunyai tujuan yang sama
Buku itu hanya ada 4 halaman dan tiba-tiba ku lihat mas bagas menyerahkan setangkai bunga padaku dan
" sa aku serius suka sama kamu, kamu mau kan jadi pacarku? Jadi perempuan masa depanku? "
Seketika tubuhku terasa kaku, mulutku terasa kelu haruskah aku kembali mencobanya?
Jujur aku juga mulai menyukainya tapiii
Segera ku mantapkan hatiku dan ku anggukkan kepalaku
Seketika teman-teman bersorak begitupun mas bagas.
Selesai acara romantis-romantisan tersebut aku dan mas bagas pergi berdua hanya sekedar jalan-jalan menikmati malam melintasi jalan raya yang masih ramai.
Sepanjang jalan Aku selalu berdoa agar ini adalah pilihan yang tepat.
Kami hanya berputar-putar di jalanan dan setelahnya mas bagas kembali mengantarku pulang
" sa, besok jam 9 mas jemput ya? "
"Iya mas, hati-hati di jalan " ku lambaikan tanganku kemudian berlalu masuk ke dalam kost
__ADS_1
Ku dengar suara motor mas bagas yang sudah meninggalkan area kostn
Aku masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri, begitu aku keluar kamar mandi ku lihat aya yang duduk di sebelah temat tidur.
Aku menceritakan kejadian malam ini padanya, dan aya hanya berdoa agar hubunganku kali ini benar-benar lancar.
***
Pukul 08.10 aku sudah siap hanya tinggal menunggu mas bagas menjemput
Mungkin karena terlalu exited aku sudah siap dari jam 7 tadi.
Kriing kriiing
Dering telefonku mengalihkan pandanganku dari acara kartoon di TV
" halo mas"
".... "
"Oh okok tunggu"
Aku segera keluar dari kostn karena mas bagas sudah menunggu di depan gang
Sengaja aku suruh tunggu di sana karena tidak mau mendengar kicauan-kicauan tetangga yang rempong
Dari jauh Mas bagas tersenyum begitu melihatku, aku pun membalas senyumannya
Hari ini kita berencana untuk jalan-jalan memghabiskan waktu libur bersama
Rencana pertama kita akan pergi ke desa penglipuran, sebenarnya aku sudah pernah kesana tapi karena mas bagas belum pernah kesana akhirnya aku mengiyakan ajakannya
Sesampainya di desa penglipuran kami hanya berjalan - jalan menikmati ke indahan yang di suguhkan bahkan kami tidak berniat untuk berfoto.
" habis ini kita kemana sa? " tanya mas bagas yang sedang berjalan beriringan dengaku
" terserah mas maunya kemana? Apa kita makan siang aja dulu? "
__ADS_1
"Hm boleh, kamu mau makan apa? "
" aku mau lalapan ayam, kalau mas? "
" mas ikut kamu aja "
" ikut doaang? Mana kenyang? " sindirku
" ya makan juga laah, masak iya cuma liatin kamu makan" jawabnya sambil mencubit hidungku
" tapi selesai makan kita kemana? "
" hem, menurut sasa kita kemana? "
" haaa? Sasaa? Siapa? "
" ya kamuu, namamu kan sandya ya udah mas panggil sasa aja biar beda dari yang lain"
Jelasnya dengan santai
"Ihh apaan sih mas"
Tanpa memberikan respon lebih lanjut aku memilih meninggalkan mas bagas di belakang
Tiba-tiba aku berhenti dan membalikkan badan menghadap mas bagas
" maas, gimana kalau kita pergi kee.......
Kemana
Kemanaa
Kemanaaa
Hehehe
Jangan lupa like dong
Makasih semua
__ADS_1
Tolong dukungannya ya