Adakah Sedikit Cinta Untukku

Adakah Sedikit Cinta Untukku
Episode 124


__ADS_3

Kini Ray berusia 3 setengah tahun dan ia pun menjadi sangat aktif tapi....


"Nyonya sudah kembali" sapa bi inah


"Iya bi,, ini koq banyak orang gini ada apa? " tunjukku pada orang orang yang terlihat sibuk mondar mandir


"Bam" panggilku pada bodyguard sekaligus asisten khusus yang mas devan pekerjakan untuk menjaga Ray


"Iya nyonya" tunduknya


"Ini ada apa? Koq banyak orang? "


"Emm itu,, itu,,, "


"Itu itu apa? udah udah biar saya cek sendiri" akupun berjalan menuju lantai atas dan melihat beberapa orang keluar dari kamar Ray sedangkan Ray berdiri dengan tangan berada di pinggangnya


Anak ituu apa lagi yang ia lakukan sekarang


"My little boy" panggilku dan Ray berbalik melihatku dengan cemberut


"Maa, please call my name" cemberutnya


"Kamu lagi buat apa? "Tanyaku dengan mensejajarkan tinggi kami


"Lagi renovasi kamar"


"Kamar kamu kenapa? Ada yang rusak? " tanyaku bingung


"No" jawabnya dengan pergi meninggalkanku


Akupun mengikutinya dari belakang hingga sampai di kamarnya, kaget seketika karena Ray benar saja merombak seluruh ruangan ini


Penasaran? Ok tak kasih contohnya ya


Before



After

__ADS_1



"Haaa? Raay? Kenapa kamarnya jadi gini? "


"Why? Ini bagus ma"


"Sayaang, kamu itu masih kecil kamar yang sebelumnya itu cocok tapi kalau kayak gini....


" ucapku menggantung


" l'm not a kid anymore mom"


"Huhhh, itu rak buku kenapa banyak banget? Kamu kan bisa baca buku di ruang baca"


"Terlalu jauh, Ray maunya baca di kamar " jawabnya


Akupun menghampiri rak buku tersebut memperhatikan satu persatu


"sayang, ini kenapa buku buku pelajaran anak SD semua, buku SMP, buku SMA, ini malah buku papa kamu kenapa disini semua? " tanyaku bingung


"Oh sorry, Ray forget"


"Iya tuan muda" masuk bams yang memang berdiri di depan pintu


"Itu buku buku SD, SMP, SMA tolong di buang aja, atau tolong di sumbangin aja" perintahnya


"Kenapa di keluarin sayang? "


"Ray sudah selesai pelajari" jawabnya enteng dan duduk di meja belajarnya


Yang bener aja, dia anakku tapi kenapa aku gak percaya yaa, lalu apa itu yang dia pegang? Buku management? Emang dia gak bosen baca buku setebel itu?


"Maa, Ray mau baca buku mama masih mau disini? "


"Enggak mama mau masak dulu, kamu mau makan malam apa sayang? " elusku pada pundaknya


"Hm apapun yang mama masak pasti Ray makan koq" senyumnya manis


"Uuh anak mama ini pinter banget rayunya" pujiku dengan mencubit pipinya yang mulus

__ADS_1


"Maa please jangan perlakuin Ray kayak anak kecil ma" kesalnya padaku namun aku hanya tersenyum melihat tingkahnya itu


Aku pun berlalu meninggalkannya sendiri karena tak ingin mengganggunya, baru saja menuruni tangga bi inah datang membawa buket bunga


"Nyonga ini ada kiriman bunga" dengan menyerahkan bunga tersebut padaku


"Ku perhatikan baik baik dan ku raih kertas kecil yang berada di samping bunga"


I love U my wife


I miss U my wife


Sesaat kemudian ponselku berdering


"Halo mas"


"Halo sayang, sudah kamu terima bunganya? "


"Ini lagi tak pegang, mas kapan pulang? " tanyaku karena mas devan sedang di jepang karena ada kerjaan


"Mmm kayaknya 2 hari lagi"


" koq lama banget sih mas"


"Kamuuuuuuu


.


.


.


.


.


.


Di bantu dukungannya ya semua makasih udah mampir kemari

__ADS_1


Jangan lupa like


__ADS_2