Adakah Sedikit Cinta Untukku

Adakah Sedikit Cinta Untukku
Episode 143


__ADS_3

Selamat datang kembaliiiiii


Jangan lupa like dan komen yaa


Makasih dukungan para readers selama ini


.


.


Tak mau kalah segera ku tampar balik wajahnya yang pasti lebih keras karena telapak tanganku rasanya seperti terbakar


Namun tiba tiba pengawal yang tadi berdiri di luar menerobos masuk dan membuat jessica segera kabur dan beberapa pengawal itu pun mengejarnya setelah ku perintahkan


Beberapa saat kemudian


"Maaf nyonya, kami kehilangan jejak perempuan itu" lapornya padaku


"Joko" panggilku dan pengawal yang sedari tadi berdiri di belakang ku pun menjawabnya


Haah jadi dari tadi joko yang bersamaku? Tau gitu dari tadi aku tanya huuft


"Kalian kenapa tiba tiba masuk? "


"Awalnya kami mendengar bentakan perempuan tapi kami masih menunda untuk masuk, namun beberapa saat setelah kembali terdengar suara jeritan yang membuat kami terpaksa menerobos masuk, maaf nyonya"


"Tidak apa, itu bagus" pujiku


"Nyonya mari kita pulang, tuan tadi menelfon meminta anda jangan terlalu lama di luar" jelas salah satu pegawai


"Hmm baiklah, ayoo"

__ADS_1


Rumah


"bi sari, di kulkas ada jeruk bali? "


"Ha? Tidak ada nyonya, disini tidak pernah sedia jeruk bali" jelasnya


"Hmm tolong beliin ke pasar ya, ini uangnya" pintaku menyerahkan dua lembar uang berwarna merah


"Baik nyonya"


"Eh tunggu, tolong suruh bi inah buatin saya susu putih terus anterin ke ruang belajar"


"baik nya"


Aku masuk ke kamar untuk membersihkan diri, setelah semua selesai segera ku menuju ruang belajar namun baru saja duduk terdengar ketukan pintu dan bi inah masuk membawa segelas susu


"Nyonya ini susunya" dengan meletakkannya di meja


"Maaf nyonya, tumben nyonya minum susu putih dan lagi tumben nyonya membaca buku seperti itu" tanyanya penasaran


Aku sedikit terdiam dan mencerna setiap kalimat yang bi inah ucapkan


Iya ya? Koq aku mau susu putih? Biasanya juga susu coklat dan apa ini? Buku setebal ini kenapa aku pengen baca? Biasanya juga aku baca buku yang banyak gambar gambarnya kalau gak buku menu masakan ya buku cerita anak


"Nyonya? " panggil bi inah yang membuatku kaget


"Eh enggak apa apa bi,, lagi bosen aja" alasanku


"Sayaaang" panggil mas devan yang sudah nyelonong masuk


"Kalau gitu saya permisi nyonya" pamit bi inah yang hanya ku angguki

__ADS_1


"Mas dari tadi pulang? "


"Baru aja, terus kata bi sari kamu disini makanya mas kesini" jelasnya yang duduk mendempet di sebelahku


"Sayang, pipi kamu kenapa? Koq merah gini? Ini kayak di tampar, siapa yang berani nampar kamu? "


"Jessica" jawabku namun masih tetap fokus membaca buku tebal itu


"Kamu ketemu dia? Kenapa gak bilang mas? Kamu di apain lagi? "


"Gak ada mas, cuma di tampar" jelasku lagi


"CUMA? Kamu bilang di tampar itu cuma? " emosi mas devan


"Hmm mas, tadi aku udah tampar dia balik koq lebih keras malah"


"Tetep aja sayang, mas gak mau kamu kenapa napa! Apaa mas sewa aja lagi pengawal lebih banyak? "


"Gak usah mas, aku gak apa apa koq"


"Kalau gitu kamu gak usah keluar lagi, mas gak mau jessica cari masalah lagi sama kamu" pintanya


"Maas koq gitu? Kamu jahat" marahku dengan sudah menangis


"Sayang koq nangis? "


"Aku gak mau di kurung" jawabku dengan masih menangis


"Ya udah ya udah, kamu boleh keluar asal janji jaga keselamatan" pintanya


"Makasih mas" pelukku erat

__ADS_1


__ADS_2