
"Mas aku pulang"
".... "
Merasa tidak ada jawaban akupun pergi meninggalkan mas devan, saat akan menaiki tangga
"Tungguu"
Seketika aku berhenti dan berbalik, ku lihat mas devan sudah berjalan mendekatiku
" siapa yang pulang bareng kamu tadi? "
" dion yang ngajarin aku nyetir"
"Bukannya kakak yang ngajarin? "
"Kak danisha sibuk, jadi dion yang ngajarin"
"Aku enggak peduli siapa yang ngajarin kamu nyetir sekalipun itu pacar gelapmu tapi jangan sampai mama mergokin kamu, karena kalau sampai mama kenapa-napa kamu orang pertama yang harus tanggung jawab"
Mas devan berlalu meninggalkan aku yang masih mematung
Menyebalkan sekali mas devan itu, apa dia bilang? Pacar gelap? Ck dasar
Aku pun pergi menuju kamar untuk istirahat dan segera ku kunci kamar rapat-rapat
Hari ini melelahkan aku harus segera istirahat
__ADS_1
***
Empat hari berlalu dan aku sudah mulai lancar mengendarai mobil tapi aku masih takut untuk menggunakannya di jalan raya
Tapi aku menggunakan mobil jika mau pergi ke rumah mama karena jarak kompleks perumahan mama dan rumah mas devan tidak terlalu jauh
"Assalamualaikum ma"
"Waalaikumsalam sayang, kamu dateng pagi-pagi gini sama siapa? " tanya mama padaku
" dya dateng sendiri ma pakek mobil yang kak danisha beli"
"Ya ampun sayang, kamu jangan buat mama khawatir ya kamu harus tetep hati-hati. Kamu udah ada SIM? "
"Udah di urus ma, tinggal tunggu keluarnya aja, dya akan hati-hati ma"
***
Sudah sekitar sebulan aku bolak balik ke rumah mama hanya untuk belajar memasak semua makanan favorit mas devan
"sayang, gimana kalau kamu nganterin makan siang untuk suami kamu? "
"Hmm boleh juga itu ma, ya udah kita masak sekarang ma"
Aku begitu bersemangat hari ini karena memasak khusus mas devan, sekitar 2 jam aku dan mama berkutat di dapur dan akhirnya selesai
"Kamu mandi dulu sayang, dandan yang cantik ya" ucap mama
__ADS_1
Aku masuk ke kamar lama mas devan, karena di rumah ini tidak ada bajuku mama meminjamkan baju kak danisha padaku
"Maa gimana? "
"Cantik sayang, ini rantangnya kamu hati-hati di jalan mama sudah kirim alamat perusahaan devan ke Hp kamu"
"Iya ma makasih"
Aku mengendarai mobil dengan pelan dan hati-hati, hatiku rasanya berdebar karena sebentar lagi akan bertemu mas devan
Sesampainya di perusahaan mas devan aku begitu kaget karena perusahaan mas devan sangat besar dan tinggi
Segera aku menuju meja resepsionis untuk menanyakan ruangan mas devan
"Selamat siang mbak, ada yang bisa di bantu? " sapanya sopan padaku
"Maaf saya mau tanya ruangan mas devan dimana ya? "
Ku lihat resepsionis tersebut mengeryitkan dahinya
" apa mbak sudah buat janji sebelumnya? "
"em belum sih mbak, tapi saya kesini cuma buat nganterin makan siang aja" jelasku dengan memperlihatkan rantang di tanganku
"Udah usir aja paling dia fans nya pak devan" sahut resepsionis yang lain dengan sedikit tertawa sinis padaku
"Eh enggak mbak saya bukan fansnya mas devan saya istrinya"
__ADS_1
Seketika ke dua resepsionis tersebut tertawa meremehkan ke arahku, aku bingung dan tidak tau apa yang mereka tertawakan sebenarnya