
" berisik banget sih kamu, kalau emang enggak ada ya udah telanjang aja" ucapnya sedikit sinis
" bener-bener menyebalkan Yang bener aja, masuk angin entar aku" gumamku pelan tapi masih bisa di dengar
Ku lihat mas devan meletakkan laptopnya dan berjalan mendekat ke arahku, semakin dekat dan membuat aku terpojok di tembok
Posisi kami saat ini saling berhadapan dan sangat dekat hingga bisa ku dengar jelas hembusan nafasnya
" jadi kamu takut kedinginan? "
Bisiknya di telingaku yang membuatku merinding seketika
"Kalau kamu takut kedinginan kamu bisa keluar dan mengetuk pintu-pintu kamar hotel ini, siapa tau ada yang butuh kehangatanmu di atas ranjang"
Seketika mataku terbelalak, ku dorong tubuh mas devan menjauh dari tubuhku
" apa maksud kamu mas? " dengan suara menahan sesak di hati
" kamu enggak usah sok suci, kamu pikir aku enggak tau kalau kamu setuju nikah sama aku karena mama udah beli kamu dengan harga mahal? Emang semua perempuan sama aja, di otak kalian hanya uang dan uang bahkan rela jual diri demi uang" dengan lirikan mata seperti jijik padaku
" kamu inget baik-baik, di dunia ini hanya 3 perempuan yang berarti dan suci bagiku.
Mama, kakakku, dan Angel tunanganku jadi kamu jangan pernah bermimpi mendapatkan cintaku"
Mas devan pergi meninggalkan ku yang sudah menangis dalam diam, namu tiba-tiba ia menghentikan langkahnya dan berbalik mengnatap benci ke arahku
" kamuu tidur di situ" dengan menunjuk sofa si sebelahku
aku melihat punggung mas devan yang terus berjalan menjauh dariku, aku meraih salah sisi sofa untuk berpegangan
__ADS_1
Rasanya tubuhku akan jatuh saat itu juga, air mataku terus mengalir tanpa isakan
Aku duduk melamun tapi air mata itu tak mau berhenti keluar
Ingatanku terus memutar kembali kalimat yang di lontarkan mas devan padaku
Sakiiiiit
Ya Allah apa dosaku
Apa dosa yang telah ku perbuat sehingga selalu merasakan sakit seperti ini?
Ya Allah, cinta yang aku rasakan untuk mas Devan pasti karena kehendakmu
Berilah ketabahan dan kesabaran untukku ya Allah, dan maafkanlah mas devan suami hamba.
itu lah doa yang ku panjatkan sebelum akhirnya aku terlelap karena terlalu lelah menangis
aku terbangun karena sinar matahari yang menyilaukan dan memaksaku bangun dari tidurku
Aaakh badanku sakit sekali, tidur di sofa memang tidak enak meskipun sofa mahal badanku jadi pegel-pegel semua
Aku mengedarkan penglihatanku untuk mencari letak jam dinding
Haaaa? Sudah jam 11 siaang?
Kembali ku alihkan pandanganku ke arah kamar tidur yang pintunya sudah terbuka
Ku langkahkan kaki ku menuju kamar tidur
__ADS_1
Kosong!! Mas devan kemana?
Tiba-tiba
ting tong ting tong
Siapa ya? Pikirku
Aku berjalan menuju arah pintu dan ku lihat orang di luar dari lubang kecil di pintu dan segera ku buka pintu tersebut
"Mbak ada apa? "
"Ini baju ganti untuk nona dan tuan" dengan menyerahkan dua paper bag
Haaa? Itu artinya untukku dan mas devan kan?
"Emm mbak bisa minta tolong? " tanyaku pada asisten tante indah
" bisa antar saya ke rumah tante indah? Tante indah lagi di rumah kan? "
Asisten tante indah mengerutkan keningnya tapi sesaat kemudian ia mengangguk
Aku segera bergegas membersihkan diri dan bersiap untuk pergi
" ayo mbak" ajakku
" tunggu"
Seketika aku menghentikan langkahku dan berbalik melihat asisten tante indah
__ADS_1
" non tidur di sofa? "