
Saat ini aku tengah di buat gusar
Aku sudah siap untuk berangkat kerja dan hanya tinggal menunggu mas bagas menjemput tapi yang terus mengganggu pikiranku adalah gimana entar respon temen-temen di kantor ya soal aku dan mas bagas?
Tok tok tok
Segera ku buka pintu kost dan ku lihat mas bagas sudah siap
" sasa kenapa? Koq kayaknya lemes banget? Enggak tidur semalem? " tanya mas bagas dengan masih mengendarai motor maticnya
" enggak bisa tidur mas"
" loh kenapa? Apa semalem mas nganterinnya terlalu malem? "
" bukaan, tapi gara-gara mikirin respon temen-temen soal kita"
" hm kamu itu sa, hal gini aja di pikirin. Udah enggak usah di pikirin, kalau mereka nanya bales senyum aja. Lagian kita kan gak buat salah apa-apa, jadi kamu tenang ya"
Aku hanya diam, mataku melihat pohon di area bandara
Benar kata mas bagas, untuk apa aku terlalu memikirkan hal ini
Dan benar saja begitu sampai di ruangan kerja begitu banyak pertanyaan dari teman-teman yang membuatku pusing terutama pertanyaan-pertanyaan dari lili
Huft mereka ini cocok banget jadi wartawan
Yang tidak habis pikir bahkan teman-teman yang kerja di lapangan, international dan bahkan pak bara juga sudah mendengar berita itu padahal ini baru sehari.
Hp ku terus bergetar menandakan pesan masuk yang tiada hentinya, bukan dari group chat kerja tapi dari teman-teman yang menanyakan kebenaran berita soal aku dan mas bagas bahkan indira pun ikut-ikutan kepo
__ADS_1
Mereka memberiku pertanyaan dari A - Z
***
" sa, mau langsung pulang apa mampir beli makan dulu? " tanya mas bagas yang tengah menungguku membereskan barang-barang
" pulang aja ya, panas banget ini pengen cepet-cepet bersih-bersih"
Hanya di balas anggukan olehnya
Begitu aku dan mas bagas keluar dari ruangan teriakan teman-teman padaku mulai terdengar
" ciee cieeee yang lagi anget-angetnya ini"
" *wiiih akhirnya enggak bertepuk sebelah tangan pak"
" takut lag deket-deket sandya, entar aku kena SP lagi*"
Dan masih banyak lagi cuatan-cuatan lainnya
Namun hanya ku balas senyuman
***
Begitu sampai di kostn aku langsung membersihkan diri sholat dan menonton tv sambil membalas chat yang masuk.
Aku dan mas bagas memang sudah jadian tapi entah kenapa aku tidak merasa malu sedikit pun jika berada di dekat mas bagas, hanya saja aku selalu ingin dekat-dekat dengannya.
krieeek
__ADS_1
Terdengae pintu kamar terbuka yang ku yakini itu adalah aya yang baru pulang kerja
" loh kamu pulang jam segini, tau gitu tadi aku ajak bareng pulangnya" tuturku pada aya yang menyimpan tas ranselnya
" yakin kamu? Terus entar mas mu itu pulang sama siapa? " ledeknya padaku
"Iiish apaan sih aya"
" sa, kamu jadi kapan cutinya "
" emm bulan depan, kamu jadi cuti bareng? "
"Iya aku udah ajuin juga, tanggal 15 bulan depan kan? " tanya aya meyakinkan
Aku hanya mengangguk, kami memang cuti bersama tapi dengan tujuan berbeda
Aku ke gresik sedangkan aya ke malang
Memang kami berencana cuti bareng supaya salah satu tidak kesepian di kost sendirian.
Matahari sudah terganti oleh bulan tanpa bintang, ya selalu tidak pernah melihat bintang di sini, Hari ini cukup melelahkan
Aku harus tidur awal karena kemarin malam aku tidak tidur
Pikirku sendiri dan akhirnya terlelap jatuh ke alam mimpi
Jangan Lupa like nya yaaaa
Makasih
__ADS_1