
Aku pun menyusul mas devan dari belakang
Saat Ray melihat mas devan dan aku ia langsung berhenti menangis dan mengulurkan kedua tangannya hendak minta di gendong
Mas devan pun menggendong Ray dan sedikit kaget melihat luka lebam di tangan dan kaki ray
"Sayang, tadi Ray udah luka gini? " tanyanya padaku
"Enggak mas"
"Ini kamu gendong ray dulu"
"Tunggu, mas mau kemana"
"Mas mau cari rani, mau tanya kenapa Ray bisa lebam gitu" jawabnya dengan emosi yang sudah menggebu
"Mas, kamu cek CCTV dulu baru nanti kita tanya rani" saranku karena memang hampir semua bagian rumah ini sudah ada CCTV nya termasuk kamar Ray kecuali kamar kami, kamar tamu, kamar pembantu, toilet tamu yang bebas dari CCTV.
Mas devan pun berjalan ke arah ruang kerjanya untuk mengecek CCTV, setelah mengeceknya terlihat rani yang ternyata mencubit tangan dan kaki Ray sesaat aku dan mas devan meninggalkan rumah untuk makan tadi
__ADS_1
Ya Allah nak, sekeras apa rani mencubitmu sampai meninggalkan jejak biru ini
Tangisku mengusap lembut tangan Ray yang masih ada bekas biru tersebut
Mas devan memelukku dan Ray bersamaan mencoba menenangkan kami yang menangis bersama, terlihat semburat merah pada wajah mas devan lalu mas devan berjalan keluar berteriak memanggil nama rani
Entah apa yang akan mas devan lakukan pada rani karena aku membawa Ray masuk ke kamarku yang kedap suara agar Ray tidak kaget jika mendengar papa nya berteriak memarahi mbak rani
Ku peluk erat Ray dalam dekapanku begitupun Ray yang membalas pelukanku sama eratnya
Ya ampun naak, apa kamu sebegitu takutnya sampai memeluk mama se erat ini? Apa saja yang mbak rani lakukan padamu selama ini sayang?
Setelah merebahkan tubuh Ray di tempat tidur yang sangat luas ini akupun ikut berbaring di sebelah ray seraya memeluknya
terdengar suara pintu kamar yang dibuka namun tak ada niat untuk melihat siapa yang masuk
Ku rasakan tempat tidur yang sedikit bergerak karena mas devan yang bergerak mendekati kami
mas devan memeluk tubuhku erat dari arah belakang
__ADS_1
"Maaf sayang" dengan membenamkan wajahnya di tengkuk leherku
"Maaf mas gak bisa jadi suami dan papa yang baik untuk Ray,,, harusnya mas bisa melindungi kalian"
Aku mencoba berbalik menghadap mas devan, ku usap lembut pipinya matanya memancarkan kekecewaan
"Sayang, ini bukan salah kamu" jelasku
"Ini salah mas,, mas yang udah maksa buat nyewa pengasuh untuk Ray"
"Mas, udah gak usah menyalahkan diri sendiri anggap saja ini sebuah pembelajaran untuk kita agar kedepannya bisa menjadi orang tua yang lebih baik lagi"
"Makasih sayang"
Ku rasakan tangan Ray bergerak saat ku lihat seperti tangan ray ingin meraih sesuatu, kembali ku genggam tangannya itu ray tersentak kaget dan langsung menangis meminta untuk di gendong namun ia menolak saat mas devan yang akan menggendongnya
Akhirnya ku raih tubuh kecil Ray dan kembali ku dekap dalam pelukan, tangisnya berhenti bahkan ray kembali memejamkan matanya
Namun saat aku bergerak bangun atau merebahkan tubuh ray di tempat tidur ia akan lagsung bangun dan menangis
__ADS_1
Aku memutuskan untuk mendekap tubuh ray dalam keadaan duduk bersandar di kepala ranjang