Adakah Sedikit Cinta Untukku

Adakah Sedikit Cinta Untukku
Episode 67


__ADS_3

Aah rasanya tinggi sekali tangga ini, pinggangku makin sakit harus naik kesini


Dumelku sendiri


Aku merebahkan tubuhku di sofa, menonton konser k-pop di aplikasi yousup


Aaaaaa oppppaaaaaa


Ganteng banget siiih


Itu muka mulus banget aku jadi iri


Aaaaaaa jangan senyum aku jadi gilaaaa


Itu lah kalimat-kalimat yang aku lontarkan begitu lantang saat melihat artis korea yang sedang benyanyi


Tanpa sadar bik inah sudah senyum-senyum melihatku seperti orang gila


Bik inah meletakkan kopi dan cemilan di meja lalu berlalu pergi


Yaah dari pada stress dan terus menerus memikirkan hal yang memakan hati lebih baik menghibur diri sendiri


Aku kaget melihat kedatangan kak nadisha yang tiba-tiba


" kakak" panggilku senyum


"Kamu jadi kan belajar mengendarai mobil? "


Aku sedikit berpikir karena sebenarnya hari ini aku hanya ingin tidur santai karena aku merasa tidak enak badan tapi aku tidak enak menolak kebaikan kak nadisha


" jadi kak"


"Ayooo turun sekarang, kakak kenalin dengan pelatihnya"


"Loh bukannya kakak yang ngajarin dya? " tanyaku bingung

__ADS_1


"Enggak, udah ayo"


Kami turun berdua menuju ruang tamu, disana ku lihat seorang pria muda yang kira-kira seumuran denganku atau lebih tua dia satu atau dua tahun


"Dya, kenalin ini adik temen kakak namanya dion"


"Hai dion, nama saya sandya" ucapku dengan mengulurkan tangan


"Dion, santai aja enggak usah terlalu kaku gitu"


"Nah dya, kakak sengaja suruh dion ngajarin kamu nyetir karena kakak ada rencana. Kakak udah jelasin ke dion, kamu tinggal ikut alur aja"


"Maksudnya kak? " tanyaku masih bingung


"Ini supaya devan itu cemburu, kalau devan cemburu itu artinya dia udah mulai suka sama kamu"


Aku hanya tersenyum dan mengangguk mengiyakan, aku hendak mengabari mas devan jika hari ini aku akan belajar menyetir tapi aku baru ingat kalau aku tidak memiliki nomer telefonnya


Melihatku kebingungan kak danisha seperti mengerti akan keadaanku


"Makasih kak"


Aku pergi mengikuti dion, kami belajar menyetir mobil di tempat yang luas seperti lapangan namun sepi dan sudah bagus tempatnya


Aku bingung ini dimana tapi aku tidak berniat menanyakannya, dion mengajariku dengan sangat sabar dan pelan-pelan


"Kamu cepet banget belajarnya, cepet ngerti. Kayaknya enggak butuh waktu lama kamu bakal bisa nyetir sendiri"


"Waah yang bener? Makasih ya"


"Koq makasih, itu kan karena kamunya aja yang hebat"


"Kamu yang sabar ngajarin aku nya"


"Kalau aku perhatiin kurang dari seminggu kamu bakal udah bisa deh"

__ADS_1


Ucap dion padaku


"Masak sih? Semoga deh ya"


Itulah obrolan kami saat menuju ke rumah, sesampainya di rumah ku lihat mobil mas devan sudah terparkir


Dion membukakan pintu mobil untukku dan akupun memberinya senyuman


" makasih, tapi kayaknya kamu enggak usah sampek segitunya"


" enggak apa, suami kamu lagi liatin kita. Kamu enggak usah liat balik, pura-pura aja enggak tau kalau dia liat" ucapnya sedikit berbisik


"Makasih ya"


"Ok besok aku kesini lagi ya"


"Iya hati-hati ya" ucapku melambaikan tangan saat dion berjalan menjauhi rumahku


Aku masuk ke dalam rumah dan melihat mas devan sudah duduk di ruang tamu dengan terus memainkan Hp nya


"Mas aku pulang"


".... "


Merasa tidak ada jawaban akupun pergi meninggalkan mas devan, saat akan menaiki tangga


"Tungguu"


.....


.......


.........


Jangan lupa like

__ADS_1


__ADS_2