
" bik inaaaaaaah" teriak devan menggema
Ku lihat bik inah berlari tergopoh-gopoh
"Iya tuan"
" suruh tukang kebun buang ini semua, dan kembalikan seperti semula sebelum besok pagi. Kalau sampai tidak kembali seperti semula suruh pak asep untuk tidak usah lagi bekerja, dan jangan biarkan perempuan ini mengubah barang-barang di rumah ini lagi"
Mas devan sangat marah dan pergi entah kemana dengan mengendarai mobilnya
Bik inah membantuku bangun dan mengantarku ke kamar, bik inah berniat untuk mengobati luka lebam di wajahku namun aku menolaknya
" bibik tolong hubungi pak asep aja ya, nanti saya obati sendiri"
" baik nyonya"
Aku tidak berniat mengobati lebam di wajahku, sakit ini tidak sesakit hatiku
Beberapa saat aku mendengar pak asep dan beberapa orang sedang membersihkan taman belakang, ku ambil sejumlah uang di dalam dompetku
" pak aseep" panggilku yang tengah berdiri di pintu belakang
"Eh iya nyonya"
" ini buat bapak dan teman-teman" dengan menyodorkan amplop putih
" tidak usah nyonya, yang tadi siang nyonya kasih sudah banyak"
Ku ambil tangan pak asep dan langsung menyerahkan uang tersebut
" tidak pak, ini bapak terima ya? Saya mohon bapak terima, saya bener-bener minta maaf sudah merepotkan bapak"
Aku langsung masuk kembali ke dalam kamar, menangis dalam doa
__ADS_1
Hanya itu yang bisa aku lakukan saat ini
mengadu pada Sang Pencipta
***
Seperti biasa aku menyiapkan sarapan dan secangkir kopi untuk mas devan
mas devan pulang pukul 6 pagi, setelah rapi dengan setelan baju kerjanya mas devan menuju halaman belakang
Setelah di rasa sesuai keinginannya mas devan sarapan di meja makan sendirian, bukan tidak mau menemani tapi mas devan pasti tidak akan sarapan jika melihatku duduk di sana
Setelah mas devan hendak masuk mobil kembali ku raih tangannya untuk ku cium
meskipun mendapat penolakan darinya
***
Aku masuk ke dalam kamar dan mengecek tabunganku melalui ibanking
Tabunganku sisa 1,5 juta terus kalau ini habis aku harus ambil duit dimana lagi? Di sini kira-kira aku bisa kerja apa ya? Di jakarta kan susah cari kerja
Lamunanku teralihkan oleh suara bel rumah, seketika aku berlari menuju pintu utama karena bik inah pergi ke pasar
" sayaaaaang"
" mama "
Mama langsung memelukku erat
"Mama kangen banget sama kamu"
Aku hanya tersenyum membalasnya
__ADS_1
"Loh sayang, ini wajah kamu kenapa lebam gitu?? " tanyanya sambil melihat pipi kiri kananku
"Em ini tadi dya jatuh di toilet ma" bohongku karena tidak mungkin aku jujur ke mama apa yang terjadi
" beneer? Tapi koq kayak bukan karena jatuh "
" bener mah, mama enggak percaya sama sandya? " ucapku manja dengan sedikit memonyongkan bibir
"Hmm iya iya mama percaya deh, kamu itu harus hati-hati mama enggak mau denger kalau kamu jatuh lagi"
" iya maa" ucapku sambil menuntun mama duduk di sofa
Aku dan mama menghabiskan waktu untuk mengobrol dan membuat kue
hari ini aku seneng karena ada mama, setidaknya aku punya teman mengobrol
Kring kringgg
" bentar ya sayang mama angkat telefon dulu"
Aku hanya mengangguk menjawab pertanyaan mama
" iya halo nak"
"..... "
" mama di rumah adik kamu"
".... "
"Oh gitu, okok mama tunggu"
Jangan lupa like yaaa
__ADS_1
Makasih