
Jangan Lupa buat kasih Like nya
Makasih
"Jadi kamu maunya gimana dev? Kamu mau pisah sama sandya? "
Jangan buatku kembali kecewa mas, ku mohon
Harapku dalam hati
"Mungkin"
Bagai di tusuk ribuan senjata tajam rasanya begitu sakit, sakit yang tak kasat mata
nampan yang ku pegang tadi pun jatuh mencium rerumputan yang membuat kedua orang yang duduk di hadapanku ini seketika menoleh ke arahku
"Sandya! "
"Sayang"
Panggil mereka bersamaan sedangkan aku hanya menunduk menatap jari kakiku rasanya seakan aku berada di ruang hampa yang tak mendengar apapun
Yang terus menghantui pikiran dan pendengaranku adalah kalimat terakhir yang steve tanyakan untuk mas devan dan jawaban yang mas devan berikan
Mas devan mengguncang tubuhku karena aku hanya diam mematung dengan terus menangis
Begitu kesadaranku kembali ku lihat steve sudah tidak ada di sana, yang ada hanya aku dan mas devan
ku tatap lekat wajah mas devan dan ku lepas genggaman tangan mas devan di lenganku
__ADS_1
Aku berjalan menjauh dan terus menerus melepas genggaman mas devan saat mas devan berusaha meraihku dan ku abaikan panggilannya dan segera menuju ke kamar
Sesampainya di kamar langsung ku kunci pintu kamar dan ku rebahkan tubuhku di atas tempat tidur, tak lupa ku tarik selimhmut menutupi seluruh tubuhku
Aku hanya ingin tidur,, tiduur melupakan apa yang ku dengar tadi berharap itu semua hanya mimpi
Terus ku coba menutup mataku namun lagi dan lagi kalimat itu terngiang di telingaku rasanya ingin sekali aku teriak
Air mataku terus mengalir walau tidak terdengar isak tangis dari mulutku, rasanya lelah sangat lelah
Mas devan kenapa kamu sekejam ini?
Ya ALLAH dosa apa yang pernah ku buat hingga harus merasakan kesakitan ini? Ampuni hamba Ya ALLAH
mas devan, apa kamu bener pengen pisah dari aku? Apa selama ini kamu tidak pernah mencintaiku walau sedikit, kenapa dengan mudahnya kamu menjawab pertanyaan itu?
Ya ALLAH berikan hamba petunjukmu dan berikan hamba keikhlasan menerima segala keputusanmu
***
Aku terbangun pukul 23.01 karena merasa lapar, ku coba bangun dan sedikit kaget melihat wajahku di cermin
"Mataku bengkak kenapa? "
Ingatanku kembali memutar memori sebelum aku tertidur dan kembali perasaan sakit itu ku rasakan
Aku harus kuat,,, kuaaaaat
Sayang bantu mama melewati ini yaaa,,, kita pasti bisa
__ADS_1
Ucapku dengan mengelus lembut perutku yang sudah membesar
Ku putuskan untuk menuju ke dapur karena rasa lapar yang terus mengganggu, begitu ku buka pintu ku lihat mas devan tertidur di samping pintu kamar dengan duduk di lantai
Aku melewatinya begitu saja, rasa kecewa yang begitu besar seakan menutup rasa ibaku
ku buka kulkas namun tidak menemukan apapun
"Nyonyaaa"
"Astagfirullah, bik ngagetin aja sih"
"Maaf nyonya, nyonya cari apa? "
"Saya lapar bik"
"Mau bibik masakin sesuatu? "
"Enggak deh bik, saya makan buah aja bik inah istirahat gih" perintahku karena kasihan bik inah pasti capek
"Enggak nyah nanti saja istirahat bibik potongin apel sama kupasin buah naga ya, atau nyonya mau apa lagi? "
"Itu aja deh bik makasih ya"
Aku berjalan ke arah..........
Arah apa hayooooo
Yang jelas arah yang benar ya
__ADS_1
Kalau enggak yang ada kejedot tembok
Hihi