Adakah Sedikit Cinta Untukku

Adakah Sedikit Cinta Untukku
Episode 139


__ADS_3

"Maaf,, "


"Enggak sayang kamu gak perlu minta maaf, mas yang salah karena gagal jagain kamu" ucapnya sebelum kalimatku selesai ku lontarkan


"Bukan" jawabku yang membuatnya mengernyitkan dahi


"Maksud saya maaf anda siapa ya? " tanyaku sembari menarik tangan yang sedari tadi di genggamnya erat


"Haaa? Sayang? Dokteeeerr " teriaknya dengan berlari panik keluar ruangan


Tak butuh lama dokter pun datang dan segera memeriksa keadaanku


"Keadaan nyonya sudah membaik, hanya butuh waktu pemulihan sekitar 3 hari lagi. Apa yang nyonya rasakan saat ini? " tanya dokter muda kisaran usia 29 tahun itu


"Hm hanya sedikit pusing kadang kadang" jelasku


"Dok dia tidak mengenali saya" potong mas devan pada percakapan kami yang membuat dokter tersebut menatapku kembali


"Nyonya, boleh saya tanya siapa nama nyonya? "


"Sandya"


"Kalau tuan ini? " tunjuknya pada mas devan


"Suami saya"


"Sepertinya keadaan nyonya baik baik saja tuan" ucap dokter tersebut dan pamit meninggalkan ruangan


Mas devan menatapku dengan tarapan penuh tanya dan tak mengalihkan pandangannya sedikitpun


"Kenapa? " tanyaku menembus keheningan yang berlangsung sekitar 5 menit itu

__ADS_1


"tadi kenapa kamu tidak mengenaliku? "


"bercanda, tapi belum ku jelaskan mas sudah lari terburu buru" ucapku simpel


"Ini bukan hal yang bisa kamu jadikan lelucon" bentaknya tiba-tiba yang membuatku tersentak


"Jadi mas marah padaku? Kalau begitu aku gak seharusnya sadar, mas malah langsung memarahiku" sedihku dan langsung menutup wajahku dengan kedua telapak tangan


Mas devan segera menghampiriku dan memelukku erat, mengelus lembut rambut dan punggungku


"Enggak,, jangan bicara seperti itu lagi mas mohon, kamu tidak tau kan bagaimana mas merasa sangat bersalah akan musibah yang kamu alami? Maaf sayang,, maaf bukan mas ingin membentakmu tapii,,, tadi mas sangat khawatir dengan keadaanm, mas sangat bersyukur kamu sadar" jelasnya dengan nada yang sangat lembut dan segera ku peluk mas devan erat


"Maas" panggilku lirih


"Iya sayang? "


"Lapaar" ucapku yang membuar mas devan tertawa


"Tunggu sebentar biar mas suruh bi inah bawa bubur kesini"


"Sayang, kamu udah seminggu lebih enggak makan apa apa, kalau kamu makan yang berat berat kasian lambungnya" jelasnya dengan kembali duduk di kursi sebelah tempat tidurku


Ku perhatikan penampilan mas devan yang sangat berantakan itu, ada rasa sedih yang menjalar di hati


"Mas"


"Hmm" senyumnya dengan tangan yang menggenggam tangan kananku


"Mas kenapa penampilannya gini? Mas gak pulang? "


Mas devan hanya menggeleng

__ADS_1


"Lalu? "


"Mas tidur disitu" tunjuknya pada sofa berukuran panjang yang terletak di samping tempat tidurku namun agak jauh


Kembali ku tatap lekat wajah mas devan yang terlihat sangat lelah itu,


***


Tok tok tok


"Tuan, nyonyaa syukurlah nyonya sudah sadar" ucap bi inah yang sedikit berlari ke arahku


"Makasih bi" ucapku


"Ini buburnya langsung di makan nyonya"


"Sini bi biar aku yang suapi istriku ini" pinta mas devan


"Bii, ray sehat? " tanyaku


"Alhamdulillah sehat nyonya, aden tidur tadi makanya nyonya besar juga gak bisa kesini"


"Makasih ya bi, tolong jaga ray" pintaku


"Baik nyonya,, kalau gitu saya permisi pulang tuan nyonya" pamitnya


"Hati-hati bi"


"Ayo sayang aaaa,,,, " pintanya dengan tangan yang sudah menyodorkan sendok berisi bubur


Aku pun menghabiskan bubur yang mas devan suapi

__ADS_1


"Mas, kamu tau siapa yang nabrak aku? Kalau di ingat ingat sepertinya itu sebuah kesengajaan" tanyaku penasaran


"Em itu,, itu


__ADS_2