
"Hmm gimana kalau Ray aja yang kasih nama adiknya" ucap mas devan
"Hm boleh mas, nanti biar Ray yang kasih nama aja,,, iya kan sayang, nanti nunggu kakak yaaa? " tuturku dengan mencolek pipi tembemnya
***
"Mamaa" teriaknya dari ambang pintu
"Sayaang"
Ray berlari menghampiriku, berdiri tepat di sampingku dan menggenggam tanganku erat
"Mama masih sakit? " tanyanya dengan wajah yang sedih namun imut itu
"Udah enggak sakit sayang,, kamu pulang sekolah langsung kesini? " tanyaku
"Iya, tadi ray maunya pagi kesini tapi paman bambang bilang pulang sekolah aja" adunya padaku
"Paman bams bener sayang, kamu kan harus sekolah dulu" jelasku lembut
"Maa, perut mama udah rata berarti adeknya sudah keluar ya" tanyanya yang hanya ku angguki dengan senyum
"Itu adeknya lagi tidur di keranjang baby" tunjukku dan Ray langsung berjalan menghampirinya
"Ma, baby nya mirip Ray ya? "
"Iya " jawab mas devan yang baru kembali dari kantin rumah sakit
__ADS_1
"Ray, kamu kasih nama apa adek kamu ini? " tanya mas devan yang sudah berjongkok mensejajarkan tinggi dengan Ray di dekat box baby
"Ray yang kasih nama? " tanyanya antusias
"Iya sayang, papa sama mama maunya ray yabg kasih nama adeknya" imbuhku menambai
"Hmmmm namanya siapa ya? " pikirnya dengan menjentikkan jarinya dengan kepalanya
Aku dan mas devan menunggu ray dengan sabar apa lagi tingkahnya yang lucu membuatku dan mas devan terhibur
"Aaah Ray tauuu" ucapnya tiba tiba yang membuatku kaget
"Hmm gimana kalau Angelo? " sarannya padaku dan mas devan
"Hmm mama sih setuju, gak tau papa" ucapku
Aku dan ray hanya tersenyum mendengarnya
"Naak" panggil mama yang sudah membuka pintu
"Mama? monic? " panggilku senang
Mama berhambur memelukku dan kemudian giliran monic
"Koq kamu lahiran gak ngabarin mama? " protes mama dengan wajah cemberutnya
"Maaf maa,, tadi dya lagi ribet banget soalnya mas devan kan gak di rumah,, makanya dya gak bisa mikirin yang lain" jelasku
__ADS_1
"Tau gitu mama nginep di rumah kamu, lagian kan dokter bilangnya kamu lahiran masih seminggu lagi"
"Iya maa, lebih awal dari perkiraan" ucapku
"Untung tadi aku main ke rumah mu,,, kalau aku gak kesana gak bakal tau kalau kamu lahiran sa " ucap monic
"Makasih ya nic"
"Eh itu cucu mama? " ucap mama girang menghampiri keranjang bayi
"Namanya siapa? " tanya mama setelah menggendongnya
"Namanya Angelo nek" ucap ray tiba tiba
"Angelo? " tanya mama mengernyitkan dahi
"Iya ma,, cucu mama yang satu lagi yang kasih nama" jelas mas devan
"Oh yaa? Jadi cucu nenek yang ganteng ini yang kasih nama adeknya? " tanya mama sembari mengelus rambut ray lembut dan ray hanya membalas dengan anggukan kecil plus senyuman manisnya yang bisa membuat orang orang terpesona
"Pinter banget sih cucu nenek ini" puji mama pada ray
Suasana ruang inap pun menjadi ramai karena tamu yang berdatangan dari rekan kerja mas devan, karyawannya, rian bahkan ardi pun ikut datang begitupun kak danisha
Mereka langsung ke indonesia saat itu juga begitu mendengar aku melahirkan
rasanya benar benar menyenangkan bisa berkumpul seperti ini
__ADS_1
Suasana yang sangat hangat bahkan dengan kehadiran adikku yang juga langsung naik penerbangan tercepat dari malang