
Aku hanya diam memikirkan segalanya, teman-teman, suasana di bali yang sudah sangat nyaman, kenangan-kenangan bersama teman-teman, dll
" saaa,, kamu denger tante? " dengan memegang pundakku
"Eh,, emmm itu tante,, kalau sandya enggak kerja gimana sama adik dan nenek di kampung? "
"Ya ampun sa, kan tante udah pernah bilang ke kamu kalau tante yang akan mengurus semua keperluan mereka, bahkan tante akan sewakan perawat khusus nenek kamu, jadi kamu mau ya resign? "
"Iya tante, nanti sandya urus ya"
Tiba-tiba Devan masuk ke ruangan dan sekilas melirikku kemudian mengalihkan pandangannya dan duduk di sofa
" harus segera di urus ya saa, ajukan bulan depan soalnya tante mau pernikahan kalian tanggan 7 bulan Agustus nanti "
Apaaaa????
Ucapku dan Devan bersamaan karena tidak percaya
"Maa, yang bener ajaa masak sebulan lagi kita nikahnya? Enggak bisa 2 tahun lagi gitu? " protes devan dengan sudah berdiri dari duduknya
" iya tante, itu terlalu cepet"
" yang cepet itu besok sa, udah - udah pokoknya kalian nikah 7 agustus!!!! Mama sudah putuskan dan tidak bisa di rubah"
Aku dan devan hanya diam, ku lirik devan semakin terlihat marah
***
__ADS_1
" liii, aku minta tolong bisa? " tanyaku bisik-bisik
" apaa? "
"Tolong print nin aku foarm resign" ucapku dengan masih berbisik
"Apaaa? " teriak lili yang langsung ku letakkan jari telunjuk di bibirku
"Bisa diem enggak? Enggak usah heboh gitu bisa kan? "
"Kamu kenapa mau resign? Apa karena pak bagas? "
" bukan Liiii,, aku ada urusan pribadi, udah cepet deh"
Aku sengaja tidak mengatakannya pada lili kalau aku akan menikah karena bisa-bisa heboooh satu airport
***
Hari ini aku sengaja mengajak aya, fitri, dan indira untuk keluar makan bersama
Aku ingin memberitahu mereka tentang rencanaku
" aku ngajak kalian ngumpul disini sebenarnya karena ingin menyampaikan sesuatu"
" apa? " tanya fitri langsung yang di ikuti oleh yang lain
" aku bakal resign akhir bulan depan"
__ADS_1
"Apaaaaa? " teriak kaget mereka bersamaan yang membuat pengunjung yang lain menatap kami
"Kamu becanda sa? " kini aya yang sepertinya tidk percaya
Aku menceritakan semuanya dari awal kepada mereka, tidak ku lewatkan ceritaku sedikitpun
" kamu yakin mau nikah sama dia sa? " khawatir indira padaku
" kalian tenang saja, aku sudah pasrah sama takdir Allah semoga pilihanku ini benar. Dan kalian doakan saja yang terbaik untukku"
"Pasti saa,,, kami bakal kangen banget sama kamuuuu"
Kami saling berpelukan satu sama lain, yaaa aku pasti merindukan momen-momen ini
***
Aku menyerahkan surat tersebut kepada pak bagas dan benar dugaanku bahwa pak bagas pasti kaget
Pak bagas terus menanyakan alasanku resign, bahkan dia meminta maaf karena merasa aku resign karena dirinya
Tapi setelah aku jelaskan baik-baik pak bagas setuju untuk tanda tangan surat pengunduran diriku, begitu juga pak evan aku harus membujuknya sekitar satu jam
Setelah surat itu lengkap dengan tanda tangan segera aku serahkan ke kantor HRD
Lagi dan lagi entah mengapa pak Bara bisa berada di rungan ini
Huffft
__ADS_1
Ku buang nafas kasar setelah 1 jam lebih membujuk pak bara agar menyetujuinya karena HRD tidak berani menerima surat itu jika pak bara tidak mengizinkan