
Mulutku menganga sempurna mendengar perdebatan pasangan yang berada di ruang keluarga itu, sedangkan aku berada di balik tembok penghalang antara ruang tamu dan ruang keluarga
" steveee, jaga ucapanmu anak ini anak kamu" teriak monic yang sepertinya menangis sesegukan
"Siapa yang bisa menjamin? Perempuan seperti kamu yang bisa tidur dengan laki laki manapun bisa jadi anak itu juga anak laki laki lain" suara steve mengelegar
Plaaakkk
Suara tamparan itu jelas terdengar di indra pendengaranku, namun aku tidak tau siapa yang menampar dan siapa yang di tampar
"Aku sudah berkali kali mengatakannya padamu, aku tidak pernah tidur dengan laki laki lain semenjak mengenalmu" teriak monic
"Kamu,, jika memang kamu tidak menginginkan anak ini cukup kamu suruh aku pergi dan memutuskan hubungan kita, tapi jangan pernah kamu menghina anak tanpa dosa ini dan bahkan ia belum lahir" kembali monic berteriak dengan isakan tangisnya
"Aku tidak mau kamu pergi,, kamu harus tetap berada di sisiku" jawab steve dengan nada sedikit melemah
"Untuk apa? Untuk apa aku harus tetap berada di sisimu? Hanya untuk menemani kamu tidur? Hanya untuk menjadi boneka pemuas nafsu mu? Kamu anggap aku apa selama ini? Pela***?? Lebih baik aku pergi kalau kamu masih tetap tidak menginginkan anak ini"
Kalimat Monic terdengar pasrah dan lelah, aku yang mendengarnya pun ikut menangis karena nasib monic yang...
__ADS_1
Ah sudahlah
Segera ku hapus air mataku dan menghampiri mereka,, monic maupun steve terlihat kaget dengan kedatanganku
Ku lihat monic yang segera menghapus air matanya dan kembali menampilkan senyum getirnya
"Saa,, kamu tumben kesini, ayo duduk jangan berdiri lama lama" ucap monic mempersilahkan ku duduk
"Makasih nic"
"Aku,, aku ke kantor dulu" ucap steve dan hendak berlalu pergi
"Tunggu" steve langsung berbalik menatapku
Hening sekitar lima belas menit
"Steve, apa menurutmu anak di kandungan monic ini anak kamu atau bukan? " tanyaku
Steve hanya diam
__ADS_1
"Ok begini aja, misalkan hari ini monic benar benar pergi ninggalin kamu lalu suatu hari ada laki-laki yang mau menerima monic dan juga anaknya, bagaimana perasaanmu jika melihat anak ini memanggil ayah kepada laki-laki lain? "
"...... "
" sekarang aku tanya ulang, apa menurutmu anak ini anak kamu atau bukan? " tanyaku sediki menekan di setiap kalimatnya
"Siapa yang bisa menjamin? Kamu tau sendiri bagaimana kelakuan monic sebelum kenal denganku" belanya tetap kekeh pada pendiriannya
"Iya, monic sering gonta ganti pacar, monic sering tidur dengan laki-laki, tapi apa selama denganmu dia pernah terlihat dengan laki-laki lain? Kalian sudah bersama sekitar empat tahun, apa selama kamu bersamanya kamu tidak pernah melihat perubahan dari diri monic? " tanyaku kembali namun steve hanya diam
"Monic, sepertinya memang steve tidak ada niat untuk tanggung jawab dengan kehamilanmu.. Sebaiknya kamu tinggalkan saja steve, mulai hidup baru mu dan mungkin saja suatu saat kamu bisa menemukan laki-laki yang benar mencintaimu tulus bukan hanya mencintai tubuhmu" sindirku sedikit memancing steve
Dan benar saja begitu aku dan monic beranjak pergi dapat ku lihat wajah steve yang se akan takut, khawatir, sedih,,,
"Monic,,,,,,
.
.
__ADS_1
Makasih dukungannya selama ini readers
Jangan lupa like, koment yang positif yaa