Adakah Sedikit Cinta Untukku

Adakah Sedikit Cinta Untukku
Episode 29


__ADS_3

Ku lihat pak bagas hanya diam dan menatap pak evan


" ya sudah ok gitu aja sa, segera info ke staff gate " perintah pak evan


Langsung ku ambil hp ku dan mengetik sesuatu di group chat, ku persiapkan kertas kosong dan pena di sebelah keyboardku dan tak lama dari itu telefon di mejaku berbunyi


Bahkan hp ku pun berbunyi.


Aku sibuk menulis kode tiket, mentransfer tiket pax dan mengangkat telefon.


Pak evan yang melihatku sibuk membantu mengankat telefon dan kemudian mencatat kode-kode yang di berikan staff gate.


Sedangkan lili terus mengecek kode booking yang di kirim via group chat.


" Lili tolong info temen-temen gate jangan lupa foto KTP pax" pintaku tanpa mengalihkan pandangan dari komputer dan jari-jari yang sedang menari si atas keyboard

__ADS_1


Kertas yang tadi kosong sekang penuh dengan kode booking pax, kulirik pak evan yang kembali ke mejanya karna telefon tak lagi berbunyi.


Aku yang sibuk mengubah tiket pax lili sibuk mengirim kode booking yang sudah selesai di proses melalu group chat.


Bukan hanya aku, tapi staff tiketing juga membantu mentransfer tiket pax tapi setelah di transfer pihak tiketing harus kembali memberikan kode tersebut padaku karna hanya sign in manifest yang bisa verifikasi akhir


Kerja sama yang baik, yah seperti itu


Tapi terkadang jika pax yang di transfer hanya sedikit aku akan memprosesnya sendiri karena kalau masih di proses di tiketing itu sama dengan dua kali kerja menurutku.


Aku sadar bahwa saat ini ak bagas sedang memperhatikan ku bekerja dan samar-samar ku dengar pembicaraan pak evan dan pak bagas


" haaaa? Masak sih pak? "


"Iya pak, awalnya saya takut dia checkin asal-asalan terus saya tanya lagi itu pax apa sandya nanya soal SOP bagasi dan pax enggak? Pax itu bilang gini mbaknya nanya semua pak, soal isi bagasi yang gak boleh ada item ini dan itu dia juga nanya apa ax ada yang hamil, ada yang butuh kursi roda, dll tapi mbaknya nanya tangannya juga gak berhenti pak saya juga kagum karna kecepatan tanganya itu"

__ADS_1


Tidak ku dengar jawaban dari pak bagas


" itu sebabnya saya tarik dia jadi manifest pak, dulu dia di group sebelah dan saat itu saya juga lagi tuker schedule sama spv nya sandya" bangga pak evan memuji diri sendiri


" hm pak evan emang pinter milih orang"


Setelah selesai semua aku menyandarkan punggungku pada senderan kursi dan kubuang nafas kasar.


Ku minum kopi yang sudah dingin, bahkan sudah seperti es kopi mungkin karena AC yang semakin malam terasa semakin dingin.


Tanpa sengaja ku lirik pak bagas yang sedang menatapku.


Tapi. . .


Gantung gantung

__ADS_1


Tunggu next lagi yaaaaaaa


Jang lupa like


__ADS_2